Chapter 1

11 3 4
                                    

"Halo Risna!", sapa temanku yang merupakan teman baikku.
"Hai Rina, apa kabar?" , balasku kepadanya.

  Hai namaku Risna, aku merupakan murid yang galak tapi sebenarnya aku baik. Hanya saja aku ingin terlihat garang di depan teman-temanku.
  Suatu hari , aku sedang diam merenung. Temanku yang sedang sedih datang menghampiriku.
  "Hey! mengapa kamu sedih?", tanyaku pada temanku.
  "Aku merasa aku sudah dijauhi temanku yang dulu", jawab temanku yang memang tidak akrab denganku.
  Dalam hatiku aku berpikir "Apakah dia bisa menjadi temanku?". Selama ini aku hanya punya beberapa yang akrab denganku. Yang lain takut kepadaku karena sifatku yang galak.
  Aku mencoba menghibur dia, saling berbicara, dan akhirnya kami berteman dengan akrab.
 
   1 minggu kemudian

  Saat di sekolah, aku dan dua temanku
berpikir untuk memperluas sosialisasi kami. Akhirnya kamipun membentuk tim di sekolah kami dimana yang memimpin adalah temanku yang bernama Krist. Kami terus mencari teman, hingga akhirnya tim kami sudah beranggotakan 5 orang dan sisanya akan menjadi teman biasa.
  Tim yang kami bentuk membuat sosialisasi kami makin luas. Bergaul dengan kakak kelas, adek kelas, dan guru.
  Aku mulai senang karena sudah banyak teman. Aku dapat bermain dengan mereka, bercanda bersama mereka dan hal seru lainnya. Aku di-support teman-temanku untuk lebih giat belajar. Akupun terus belajar hingga akhirnya pada semester akhir kelas 1, aku mendapat ranking 1.

  "Selamat ya Risna! Tips dong buat kami.", teman-temanku meminta-minta kepadaku.
  "Ini semua juga karena dukungan kalian kok. Tanpa kalian aku kayaknya ga bisa deh ranking satu." Jawabku.
   Akhirnya kami melakukan perayaan di rumah temanku.

  Masa liburan merupakan masa yang paling bosan. Aku menjadi seperti tidak punya kehidupan, tidak punya interaksi dan lain-lain.
   Aku menghubungi temanku satu per satu untuk mengundang mereka untuk bermain bersamaku. Dari 16 orang yang ku ajak, tidak ada yang ingin bermain bersamaku. Hari itu aku menanggis sejadi jadinya. Aku berfikir "Kenapa mereka tidak memikirkanku, sedangkan aku harus membantu mereka?". Akupun menanam perasaan itu sedalam dalamnya

  Musim sekolah yang baru dimulai

  "Halo anak anak. Kita kedatangan 3 murid baru loh! Namanya Ardi, Bian, dan Stefani. Ibu harap kalian semua bisa berteman dengan mereka ya." Kata wali kelasku yang sekarang.
   Stefani duduk di sampingku. Kebetulan bangku di sebelah kiri ku kosong. Stefani pun mengajak kenalan denganku dan akhirnya aku mendapat teman baru.
   Pada suatu hari, sekolah kami memberi tau bahwa akan ada libur dikarenakan akan terjadinya demo. Kami diliburkan selama dua hari. Aku pun mengajak teman-temanku untuk bermain bersama.
   Mereka berjanji akan bermain kerumahku.
 Tetapi...
 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 13, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Teman?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang