Merdunya suara rintik hujan yang turun, memeluk hangat kalbu dipagi hari yang damai ini. Banyak orang berlarian menepi untuk berteduh termasuk aku dan motor tuaku ketika sedang berangkat sekolah.
Hujan ini deras, menepilah. Rindu ini deras, apa kau kan tetap menepi? Atau membiarkan tubuhmu basah terguyur hujan? Maaf maksudku, atau membiarkan hatimu syahdu terjaga oleh rindu?
Tapi mengapa aku membicarakan rindu, sedangkan aku selalu merasa kosong, dan entah perempuan mana yang sedang ku rindukan. Rasanya ada sekumpulan rasa tak bertuan dalam hati ini yang memaksa agar segera dipertemukan dengan orang yang berhak menerimanya.
Aku masih bingung, sebenarnya apa yang salah dari hati ini, sudah 7 wanita telah ku dekati dan sekarang dengan yang ke 8, tapi mengapa hati ini tetap merasa hampa? Bukan apa-apa, aku hanya merasa belum mendapatkan sosok yang rasanya mampu menjalin komitmen denganku, selalu ada saja hal yang menciptakan keraguan dalam benak ku ini. Ya, banyak yang mengira aku sengaja mempermainkan wanita dalam pencarian ku itu, tapi sungguh, tak ada sedikitpun niatku untuk melakukan hal sehina itu.
Hujan mereda, baiklah aku bergegas ke motor melanjutkan perjalanan menjemput doi kemudian ke Sekolah.
Silvia, adalah nama perempuan yang berkarakter manja nan cerewet, oiya dia sangat lucu, itu alasanku mendekatinya. Sesampainya di depan gerbang rumah Silvia, ia telah menunggu kedatanganku.
Kemudian sembari memakai helm ia menghampiriku dan berkata
"Kamu tuh ya kebiasaan deh, coba liat jam udah jam berapa inii kalo gerbang udah ditutup Pak Hono gimana cobaa, aku males tau kalo dihukum harus nyabutin rumput liar, lain kali berangkat lebih pagi bisa kan, ih ko malah senyum-senyum sendiri sih bukanya mikir kamu tu, awas aja kalo besok masih jemput jam segini, aku naik angkot aja!!!"Itu lucu dan itu nyata, kecepatan berbicara dia kalo lagi ngomel emang sebanding dengan eminem kalo lagi ngerapp, dan seperti biasa, jawabanku atas cerewetnya simpel saja
"Udah ngomelnya? Mau berangkat ga nih?"
Dan kita pun berangkat ke sekolah.Hawa dingin bekas turunya hujan dan jalanan yang masih basah menemani perjalanan kita, rasanya sejuk sekali hati ini ketika hujan turun, tapi tetap saja ada rasa tak bertuan yang entah sampai kapan akan terjawab kemana dia tertuju, dan itulah keresahanku.
Di sekolah aku mengikuti organisasi, dan banyak sekali waktu ku habiskan dalam kegiatan tersebut. Bicara soal kisah-kasih di sekolah, jelas pengalamanku banyak seperti yang ku sebutkan sebelumnya bahwasanya aku mencari-cari pemilik rasa ini. Dalam pencarian itulah banyak ku dapatkan kisah-kisah yang berkesan untuk cerita SMA ku ini, baik hitam ataupun putih.
Jauh sebelum dekat dengan Silvia, aku mempunyai teman dekat perempuan bernama Feby, dan kita sering curhat satu sama lain layaknya sahabat. Setiap pagi saat aku menuju kelas, dia pasti menjegatku di depan pintu kelasnya, lalu mengomentari dan membenahi penampilanku yang selalu aku abaikan, seperti rambut berantakan, kerah melipat, dasi miring, dan apapun yang salah dari penampilanku.
Kehidupanku saat ini normal-normal saja, semua seperti biasanya. Berangkat sekolah, berorganisasi, have fun bareng temen. Tapi tidak ketika ada keterlibatan cinta antara aku, Silvia, dan Feby yang membuat semua ini menjadi rumit.
Bersambung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hakikat Cinta
RomansaSemua lelaki pun akan menjadi Arjuna jika sudah saatnya mencari cinta.