Preview

301 6 0
                                    

BERISI IKLAN

Blurb:     Setiap malam Jumat Legi di desa Kantil, tembang Asmarandana mulai terdengar, maka dimulailah malam-malam penuh teror yang mencekam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Blurb:
     Setiap malam Jumat Legi di desa Kantil, tembang Asmarandana mulai terdengar, maka dimulailah malam-malam penuh teror yang mencekam. Pintu-pintu mulai diketuk dan anak-anak kecil mulai hilang. Kepala anak-anak itu dipenggal untuk dijadikan tumbal pesugihan. Tidak berhenti sampai di situ, tubuh tanpa kepala milik anak-anak yang menjadi tumbal mulai bergentayangan, tak terima karena kepalanya hilang.

     Penduduk desa Kantil percaya, Sukesih biang dari semua teror ini. Sejak kepindahannya, desa mereka jadi mencekam. Apalagi setiap malam Jumat Legi, wanita itu selalu melantunkan tembang Asmarandana. Lagu cinta yang dia persembahkan bagi Darman, pujaan hatinya yang dia bunuh lantaran cintanya tak dibalas.

     Tapi, bagaimana jika semua sangkaan terhadap Sukesih tidak benar? Dan Sukesih hanyalah tameng untuk menutupi perbuatan pelaku pesugihan yang sebenarnya?

***

Novel terbaru yang hadir di aplikasi Cabaca.id, install aplikasinya di play store atau google play, dan dapatkan kerang untuk membaca novel "Mustaka Ke-13"

Baca gratis novelnya setiap malam Jumat pada pukul 21.00-22.00.

00

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lorong 313Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang