📍Musuh

1.6K 170 33
                                    

"HYUNJEEEEEEEEENNNNNNNNNN!!"

Suara Felix meraung mengisi koridor sekolah.

"Kecebong mabok! Jenggot kudanil! Pankreas ubur-ubur! Dower nyebelin! Hwang kampret Hyunjin! SINI LO JELMAAN JULUNG JULUNG!!"

Murid lainnya yang sedang menikmati jam istirahat mereka terpaksa berhenti sejenak untuk menoleh ke sumber suara. Dan mereka hanya bisa menggeleng maklum.

Ketika melihat Felix dengan seragam sekolahnya yang sudah tercoreng spidol yang melintang di bagian depan.

Entahlah. Tampaknya perseteruan mereka yang berlangsung sejak kelas 10 makin sengit saja. Seiring bermunculannya ide-ide gila dari otak jenius keduanya. Felix dan Hyunjin bersaing karena nilai pelajaran.

Peperangan tiada akhir itu sudah dikenal oleh seluruh masyarakat sekolah. Adik kelas 10 dan 11, teman satu angkatan, oleh semua guru, staf tata usaha, ibu kantin, tukang bersih2 sekolah, bahkan oleh kepala sekolah itu sendiri.

Siswa-siswi sih hanya menjadi penonton setia aksi mereka setiap harinya. Pasti ada saja sesuatu yang mengejutkan yang di lakukan salah satunya.

Disisi lain.

Hyunjin berjalan sedikit berlari menerobos koridor yang ramai. Demi menghindari "anak macan" yang berteriak-teriak memanggilnya untuk berhenti.

Srak

"Anjir woy leher pangeran kecekek!"

Langkahnya terhenti kare sebuah tangan menarik kerah bajunya dari belakang.

"Tanggung jawab gak lo?!" ucap Felix sambil mengerucutkan bibirnya dengan kesal.

Hyunjin hanya terkekeh "Gue bahkan belum pernah nyium lo, masa udah hamil aja karena kegantengan gue." celetuk Hyunjin dengan gaya sok cool nya yang membuat Felix ingin menjambak bibir pemuda Hwang itu.

"Bukan itu dower! Lo tanggung jawab karena udah bikin baju gue kayak gini! Susah tau ngehilanginnya!" damel Felix dengan menggebu.

Murid lain yang melihat keduanya hanya menggelengkan kepala. Entahlah, mereka jadi tau, kalau Tuhan itu benar-benar adil. Lihat saja Hyunjin dan Felix.

Muka cakep.

Ortu tajir.

Otak encer.

Tapi kelakuan absurd.

"Emang lo tanggung jawab pas bikin baju basket gue mandi lumpur?" Hyunjin menaikkan sebelah alisnya.

Felix diam.

Cetak

"Aduuhhhh!" Felix menggosok dahinya yang di sentil Hyunjin.

"Enggak kan?" Setelah itu Hyunjin melenggang pergi dengan santai. Puas sudah membalaskan kejahilan Felix yang sebelumnya.

"Kodok Bikinibottom! Ubur-ubur kering! Gurita struk! Jelmaan trenggiling dasar! Awas aja gue bales lo!" Sungut Felix dengan wajah kesal.

"Mama... baju Lixie kotor huhu.." Felix menghentakkan kakinya kesal lalu berlalu menuju toilet.

•••

"Lo mau jadiin Felix jadi apa lagi setelah ini? Lawak bat anjir ngeliat tu cowok manis kayak spidol berjalan." tanya Seungmin ketika keduanya sampai di kelas setelah istirahat. Seungmin itu salah satu sahabat Hyunjin.

Hyunjin tertawa mengingat wajah Felix yang merengut lucu "Dia belum bales. Gue gak mau nyerang lawan yang udah nyerah."

Keduanya duduk di kursi masing-masing yang bersebelahan. Tak lama, bel masuk berbunyi dan pembelajaran akan segera di mulai.

Fireflies | HyunlixTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang