🍃Senja

1.2K 130 38
                                    


"Hai, Lixie!"

Si mungil yang tengah duduk di ayunan besi yang diletakan di halaman depan rumah--- tepatnya di bawah pohon jambu air, mengangkat wajahnya yang tadinya tertunduk membaca novel di tangan.

Felix tersenyum ketika melihat sosok pria jangkung berambut segelap malam, berhenti di depan pagar rumahnya yang hanya setinggi pinggang orang dewasa. Jarak keduanya hanya 3 langkah kaki.

"Kak Hyunjin,"

Hyunjin masih lengkap dengan seragam sekolahnya, putih abu. Felix melihat jam di pergelangan tangannya yang kecil.

16:30 WIB

"Kok pulangnya lebih sore dari biasanya, kak?" Felix menatap Hyunjin dengan pandangan bertanya.

Hyunjin tercengir. Mematikan mesin motor dan menengok ke arah Felix yang berada di sisi kanannya setelah melepas helm. Hyunjin duduk santai di motor besarnya yang hanya dalam sekali tatap semua orang bisa tau, tidak semua orang bisa membelinya.

Hyunjin menyisir rambut dengan jemari panjangnya "Tebak, kakak abis dari mana?" tanya Hyunjin dengan gaya tengilnya.

Felix hanya berkedip polos, lalu menggaruk pipinya bingung "Felix mana tau atuh kak"

Melihat wajah bingung Felix, entah kenapa Hyunjin tidak tahan untuk tidak tertawa. Wajahnya yang manis, dengan tatapan mata lugu, dan badan mungil yang tenggelam dalam baju hangat, menjadi pemandangan yang paling Hyunjin suka.

Sangat.

"Pulang sekolah kakak langsung jalan ke alun-alun, Lixie. Refreshing dikit, biar dapet pencerahan hehe" Hyunjin tersenyum sampai matanya hilang, tergantikan dengan garis yang serupa bulan sabit.

Felix ikut terkekeh kecil. Kemudian tangan kurusnya mengeratkan jaket bagian depannya.

Hyunjin tersenyum kecil kemudian pamit karena merasa badannya sudah terasa sangat lengket, tidak nyaman. Felix mengangguk dan tersenyum manis. Hyunjin menenteng helm, menghidupkan mesin motor dan melajukannya ke rumahnya yang tepat berada di depan rumah Felix.

Rumah sederhana keluarga Felix yang bagian depannya terparkir 1 motor dan 1 mobil yang biasa dimiliki orang kalangan menengah. Halaman yang dihiasi pagar tembok sepinggang, beragam tanaman bunga, 1 pohon mangga, 1 pohon rambutan dan 1 pohon kelengkeng. Berhadapan dengan rumah menjulang kokoh dan megah milik keluarga Hyunjin, yang bagian depannya terdapat pagar besi menjulang, halaman yang dihiasi motor dan mobil beragam warna, merk, dan tipe yang sudah tidak tertampung di garasi, juga lampu taman yang berderet dan menyala indah jika malam hari, juga tanaman bonsai yang memenuhi halaman yang serupa taman.

Yah, rumah keluarga Hwang memang dikenal paling mewah disana.

•°•°•°•°•

Hyunjin memarkirkan motornya di garasi dengan serampangan. Toh, akan dibereskan oleh supir yang berjaga. Kemudian kaki panjangnya melangkah menuju pintu utama rumah.

Ceklek

Tap tap tap

Bunyi khas sepatu dan lantai marmer yang beradu memecah keheningan di rumah bak istana itu. 5 maid yang memang bertugas mengurus Hyunjin, sontak mendekat melakukan tugasnya ketika Hyunjin mendudukan tubuh di sofa utama ruang tengah. Seperti membukakan alas kaki, kemudian digantikan dengan sendal rumahan, menyediakan minuman, mengambil tas untuk disimpan, dan sisanya menunggu untuk diperintah jika diperlukan.

Fireflies | HyunlixTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang