Aku terbangun ketika aku merasakan tubuhku digoyang seseorang, ternyata Mbok Parti yang membangunkanku. Untungnya, Mbok Parti pulang lebih awal sehingga ada yang membangunkanku karena jam wekerku mati, setelah mataku sudah bisa dibuka lebar, aku langsung mandi dan bersiap-siap, kemudian aku pergi ke sekolah dengan ojek.
Di pangkalan ojek, para tukang ojek berebutan untuk memboncengiku karena selain aku wanita, wajahku cantik, dan juga seragam sekolahku sangatlah sexy, tentu saja mereka pada berebut. Tentu saja ketika aku sampai di sekolah, teman-teman cowokku menyapaku dan berebutan memintaku untuk jalan bareng ke kelas. Tapi, aku menolak karena aku sedang ingin jalan ke kelas sendirian.Aku belajar di sekolah seperti biasa sampai pulang ke sekolah. Setelah pulang, aku mengobrol-obrol dengan teman-temanku di kantin sekolah, seperti biasa banyak teman-teman cowokku yang ingin duduk dekat aku, aku sih gak masalah yang penting bisa nyambung kalau bicara denganku.
Ketika aku sedang mengobrol dengan teman-temanku, aku melihat tukang sapu sekolahku mencuri-curi pandang kepada aku dan disaat mata kami saling bertemu, aku memberikan senyuman dan dia juga membalas dengan senyuman. Sifat gila dan nakalku mulai kambuh lagi karena aku ingin memberikan tubuhku kepada tukang sapu sekolah yang sudah berusia 60 tahun itu.
Lalu aku mengobrol dengan teman-temanku sampai sekitar jam 6 sore sehingga satu per satu temanku sudah dijemput oleh supir mereka ataupun ayah mereka. Hingga tinggal aku yang ada di kantin sekolah, sedangkan orang yang berjualan di kantin juga sudah pulang semuanya. Seram juga sendirian di kantin, jadi aku pergi untuk menjalankan rencanaku yaitu menggoda tukang sapu sekolah yang bernama Mang Diman. Setelah aku cari-cari tidak ketemu dan juga keadaan bertambah seram, aku berniat untuk pulang ke rumah, tapi sebelumnya karena suasana yang lumayan dingin, aku jadi ingin ke kamar mandi.
Setelah aku menyelesaikan "panggilan alam", aku mencuci tanganku di wastafel, lalu aku mengaca di depan kaca besar yang ada di sebelah wastafel untuk merapihkan pakaian dan rambutku. Sebelum keluar dari kamar mandi, aku meminum pil pencegah kehamilan yang bisa sampai satu minggu. Ketika aku keluar dari kamar mandi, aku bertemu Mang Diman sedang mengepel lantai di depan pintu kamar mandi.
"neng Denis, kok belum pulang hari gini?".
"dari tadi mau pulang cuma aku kebelet pipis, jadinya aku ke toilet dulu".
"gimana, lancar gak?".
"lancar apanya?".
"pipisnya neng lancar gak?".
"oh, pipis aku lancar kok,, ".
"oh ya, baju neng keliatannya sempit banget ya".
"abisnya gak ada baju lagi sih, emang kenapa bang, seragam aku bikin nafsu ya".
"iya, baju neng tuh sexy banget,,".
"tapi abang suka kan?", melihat aku tidak menolak mengobrol hal-hal yang jorok, Mang Diman semakin mengarahkan obrolan kami ke arah yang berbau sex dan sepertinya Mang Diman sudah sangat bernafsu melihat tubuh putihku yang dibalut seragam super ketat dan super mini.Aku baru ingat kalau aku biasa pusing lalu pingsan setelah meminum obat pencegah kehamilan. Benar saja, tiba-tiba kepalaku pusing tujuh keliling dan aku langsung tak sadar kemudian tubuhku langsung ambruk ke Mang Diman, setelah itu aku tidak tau lagi. Aku mulai sadar ketika kurasakan benda asing memasuki vaginaku, spontan kubuka mataku dan aku melihat Mang Diman sedang memasukkan 2 jarinya ke dalam vaginaku sementara tangan satunya menutupi mulutku. Mang Diman terus mengobok-obok vaginaku dengan 2 jarinya, 10 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan seperti, lalu tubuhku mengejang dan akhirnya cairan vaginaku mengalir deras.
Kemudian Mang Diman melepaskan tangannya dari mulutku juga vaginaku, lalu berkata
"maaf neng, abang udah gak tahan", aku mengatur nafasku dulu baru aku menjawab
"ah, gak apa-apa kok bang, aku tau kalau gak ada laki-laki yang tahan kalau ngeliat aku pake seragam ini".
"bener nih non, gak apa-apa?" tanyanya lagi,
"iya, bener, tapi jangan disini donk, gak enak, serem lagi" balasku karena aku dikerjai di bangku kantin.
"yaudah, yuk ke gudang aja". "oh ya, ngomong-ngomong celana dalamku kemana?".
"nih, tadinya mau Mang Diman buang tapi takut non marah".
"untung gak dibuang, kalau dibuang kan tar pulang vaginaku bisa disemutin".
"emangnya vagina neng manis ya".
"tar deh cobain, pasti abang sampe ketagihan".
"wah, jadi pengen cepet-cepet". Tanpa terasa sudah di depan gudang, lalu kami berdua masuk ke gudang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Cinta Yang Rahasia
Non-FictionInilah kumpulan-kumpulan cerita yang bikin kamu melek terus