Happy reading🍁
Dear you,Entah kenapa, bertemu dengan mu, menjadi suatu keberuntungan untuk Ku.
.rose gold.
.
.
.
"Jae, lo udah bikin PR nya? Liat dong!" Sa Yoka. Sahabat karib Ku, kami bersahabat Dari dulu.
"Udah, tuh liat aja." Ujarku sambil menyodorkan buku tulis fisika Ku.
"Hehe thanks, ngapain sih lo? Pagi pagi udah nulis aja. Curhat lagi lo? Kalo curhat ke gua aja Napa?! Curhat ke buku terus! Buku itu benda mati jae!" Ucap nya mengomeli Ku. Aku memang lebih sering memendam perasaanku sendiri, atau menceritakan semua perasaan Ku ke sebuah buku. Note book biru yang tertulis kan namaku di sampulnya. Hadiah Dari yoka.
"I-iya, tapi kan, lo tau gue gak bisa ngukapin perasaan gue ke orang lain. Susah." Balas Ku sambil memasukan note book Ku ke laci.
"Iya iya, susah. Tapi siapa ya, yang tiap hari ngadu PR sudah banget, yang tiap hari cerita kalo bunda selalu marah kalo lo beli mie, yang tiap hari- mhmhmh!" Aku menyekap mulut yoka. Dia terlalu Bawel.
"Udah. Cukup aku mendengar kebacotan mu itu." Ucap Ku sambil membuka dekapan tangan Ku di mulut yoka.
"Ah, masa bodoh!" Ucap nya kesal lalu lanjut menulis.
-/-/-
Aku pulang agak terlambat hari ini, karna ada jadwal piket. Tapi saat sedang menyapu kelas, aku bertemu dengan anak lelaki yang masuk kedalam kelas Ku. Dia menggunakan kaos putih polos, jaket denim biru, celana jeans hitam, Dan sepatu vans hitam putih nya.
Netra kami bertemu. Dia sedikit membungkuk kan badan nya Dan tersenyum kepada Ku. Senyuman terindah yang pernah Ku lihat.Siapa dia? Anak baru? Seperti nya guruku baru saja memberikan buku paket untuk semester ini.
Kalau benar begitu, sampai jumpa besok.
~|~|~|~
"M-maaf, kamu yang kemarin ya? Kenalin aku Huang renjun. Murid pindahan." Tiba tiba, ada anak lelaki yang duduk di depan Ku.
"Eh, iya, aku Jae Sujin. Salam kenal ya." Ucap Ku menanggapi nya. Jujur, jantungku berdetak sangat tidak beraturan saat itu.
"Iya, mmm, kamu tau na jaemin? Kayaknya dia gak di kelas ini ya?" Aku kenal Na jaemin. Dia anak osis yang terkenal karna ketampanan nya itu. Dan dia sekelas dengan Ku.
"Nggak kok, kita sekelas! Tuh na jaemin." Ujar Ku sambil menunjuk jaemin yang baru datang. Merasa ditunjuk jaemin pun langsung ke meja Ku.
"Kenapa Jae? Kok nunjuk nunjuk gue?" Panggilan Ku Jae. Walau itu marga keluarga Ku. Tapi Katanya kalo di panggil 'su' atau 'jin' aneh. Jadi orang orang memanggilku Jae.
"Gausah ngegas duluan atuh. Ini renjun, anak baru. Dia nya-" ucapan Ku terpotong.
"RENJUN?! lo jadi sekolah disini? Wah gila!" Jaemin memotong kalimat Ku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Note (tentang kamu)
RandomDear you, Aku hanya bisa menulis tentang mu disini. Aku bisa menulis makanan kesukaan mu, minuman kesukaan mu, mata pelajaran kesukaan mu, apapun itu tentang mu. Tapi, apakah aku hanya bisa menulis tentang mu? Apakah aku tidak bisa bersama mu? Apaka...