Chapter 02 : BE FRIENDS

566 63 32
                                        

2k words, awas bosan
















Dua minggu kemudian

Woahh" wanita bertubuh tinggi itu terperangah."aku kira kau akan mengajakku makan malam Joo, ternyata kau membawaku ke sini" imbuh wanita itu sembari menatap takjub pemandangan indah yang berada didepannya.

Kau menyukainya?" tanya Joohyun penasaran.

Wanita bertubuh tinggi itu dengan cepat menganggukkan kepalanya. Bagaimana ia tidak terperangah takjub akan keindahan pulau ttukseom yang tersorot oleh cahaya lampu berwarna-warni yang muncul dari permukaan air mancur yang berada di sungai Han.

Aku- aku sangat menyukainya Joo. Woow...aku tak pernah melihat ini sebelumnya" ujar wanita bertubuh tinggi itu sembari menghentak-hentakkan tubuhnya gembira.

Ini sangatlah indah, Ya Tuhan" imbuhnya lalu mengambil handphone yang berada di saku mantelnya.

Wanita bertubuh tinggi itu pun langsung mengabadikan pemandangan indah itu ke dalam handphone-nya. Sungguh ia tak bisa menampik bahwa memang benar adanya pemandangan di malam hari dari pulau Ttukseom itu sangatlah indah.

Sekali lagi, aku benar-benar sangat menyukainya Joo" mata wanita itu berbinar selagi ia masih bisa menyaksikan keindahan yang tersorot didepan matanya secara langsung.

Wanita berambut cokelat itu menghela nafas singkat."beginilah pulau Ttukseom, orang-orang biasa menyebutnya Ttukseom Island. Pemandangan disini memang sangatlah indah saat malam hari, tak salah jikalau banyak orang yang datang kesini" ujar wanita berambut cokelat itu sembari berjalan dengan posisi dua tangan berada didalam saku mantelnya.

Tak hanya itu-" sambungnya menjeda kalimat membuat wanita bertubuh tinggi itu mengerutkan dahinya."orang-orang juga biasa menenangkan diri disini saat pikirannya sedang stress" lanjutnya sembari menatap tapak tanah yang berada dibawahnya.

Wanita bertubuh tinggi itu menghela nafasnya lalu mengikuti tubuh sahabatnya itu dari belakang."pantas saja, disini udaranya sangat sejuk. Pemandangannya juga sangat indah karena pulau ini juga menjurus langsung kearah sungai Han"

Kau benar Young" sahut wanita berambut cokelat itu.

Hmm.."

Pikiran orang yang sedang stress akan hilang dengan sendirinya saat berada disini"

Darimana kau tahu?" tanya wanita bertubuh tinggi itu penasaran.

Aku sendiri yang merasakannya Young, orang-orang juga pasti sama sepertiku" jawab wanita berambut cokelat itu lalu berbalik menatap mata sahabatnya.

Jujur apa adanya, memanglah Joohyun akan berkunjung ke pulau ini. Karena dia bilang dengan berada disini pikirannya yang stress akan merasa jauh lebih tenang.

Kau tak pernah memberitahuku" ujar Sooyoung tiba-tiba."aku juga ingin kau berbagi masalahmu itu padaku, biar aku juga membawanya Joo" ujarnya lagi sembari menatap sendu Joohyun yang berada di hadapannya.

Wanita berambut cokelat itu menggelengkan kepalanya pelan lalu memegang kedua belah pundak sahabatnya itu."aku tak mau kau juga membawa bebanku Young" ucapnya lirih setengah berbisik namun telinga Sooyoung masih bisa menangkapnya.

Aku berterima kasih padamu Young. Semenjak ada kau bersamaku aku jauh lebih tenang dari sebelumnya, dan semenjak juga bayang-bayang tentang pri-"

Sudahlah Joo. Aku tak ingin kau mengigatnya, itu akan menambah beban pikiranmu. Aku tak ingin melihat kau menderita Joo" potong wanita bertubuh tinggi itu sembari mengenggam kedua lengan sahabatnya.

ALWAYS [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang