No opening
Langsung aja yah
Dont forget to comment n vote
Sorry for so many typo dan alur yang rada gaje
Enjoy the story.
Indah menunggu dengan perasaan yang begitu dipenuhi kekhawatiran didepan sebuah ruangan yang didepannya terdapat lampu merah berkerlap-kerlip diatas pintu masuknya dan bertuliskan Emergency.
Rafael dan Marvel ada didalam ruangan itu.
Mereka berdua dilarikan kerumah sakit kota akibat peristiwa yang baru beberapa jam lalu terjadi.
Kecelakaan.
Kejadian naas itu terjadi didepan mata Indah. Bagai rekaman kaset yang berkilasan di ingatan Indah. Bagaimana mobil yang datang dari arah yang sama dengannya itu menabrak dengan keras tubuh kokoh milik Mars.
Bagaimana pria tersebut berlari dengan berteriak kencang kearah sang buah hati
Bagaimana saat pria tersebut memeluk erat sang buah hati, menghalau mobil yang akan melaju dan menabrakkan bagian depan mobil tersebut pada tubuh mungil sang buah hati
Bagaimana pada akhirnya mobil tersebut menabrak tubuh tegap nan kokoh milik sang pria dewasa.
Dan bagaimana dua tubuh yang berbeda ukuran tersebut jatuh berguling-guling dipermukaan aspal jalan raya yang begitu keras dan kasar
Indah benar benar kalut
'Ya Tuhan jangan lagi Kau ambil salah satu orang yang berarti dihidupku' batin Indah mengucapkan permohonan dan doa.
Indah terus mondar-mandir gelisah didepan pintu ruang emergency tersebut, sampai akhirnya pintu tersebut terbuka dan beberapa tenaga medis keluar dengan mendorong brankar yang diatasnya berbaring tubuh lemah sang buah hati, dengan oksigen yang dipasang di hidungnya dan jarum infus yang menempel di tangan kanannya. Nampak ada beberapa lecet dilengan dan dahinya dan sang buah hati yang masih tak sadarkan diri.
Indah bergerak mengikuti langkah dua orang perawat yang mendorong brankar anaknya dan bertanya. "Suster, bagaimana keadaan anak saya? anak saya baik baik saja kan suster?" nada kekhawatiran yang kentara dari suaranya membuat perawat tersebut tidak tega untuk membuat seorang ibu dipenuhi rasa kekhawatiran sebelum mengetahui keadaan sang buah hati. Kedua suster tersebut menghentikan langkahnya mendorong brankar tersebut, salah satu dari mereka berbalik berhadapan dengan Indah.
"Anda tidak usah khawatir, anak anda baik baik saja.. hanya ada beberapa luka lecet. Anak anda kehilangan kesadaran karena syok dengan kejadian kecelakaan. Kami akan mengantar anak anda ke ruang Recovery untuk istirahat menunggu siuman. Anda juga bisa menunggu diruang tersebut" Sang perawat menjelaskan terkait kondisi Rafael.
"Saya ikut suster.." Indah mantap hendak berjalan menuju ruang recovery namun tiba tiba langkahnya terhenti karena mengingat sesuatu hal.
Marvel masih didalam ruang Gawat Darurat dan dia belum menghubungi satupun dari orang terdekat Marvel, itu karena dia juga tidak tau harus menghubungi siapa?
Dia belum tahu kondisi Marvel sekarang, pria itu jelas orang yang paling mengalami banyak cidera setelah apa yang dilakukannya dengan berlarian kearah Rafael, memeluknya, menghalau benturan dari mobil sipenabrak dengan tubuhnya. Meski pada akhirnya mereka berdua berakhir dengan terbanting dan berguling di permukaan aspal. Namun Indah bisa melihat bagaimana Marvel tetap berusaha melindungi sang buah hati agar tidak terluka dengan mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi Rafael.
Indah merasa ragu hingga akhirnya kembali bertanya
"Eh, suster.. bagaimana dengan korban satunya?"
"Saat ini masih ditangani oleh tim medis, saya kurang tau pasti, karena saya berada di tim yang menangani anak anda. Anda bisa tanyakan dengan tim medis yang berada didalam saat keluar nanti.." jawab sang perawat sambil kembali mendorong brankar Rafael bersama dengan rekan satunya.

YOU ARE READING
ALL OF ME
Romancekebahagian sejati akan menyertai orang yang hatinya tulus dan ikhlas menerima setiap apapun yang dilalui dalam hidupnya