1.3

687 100 28
                                        

Bai Li yang duduk didepan MuJin menunjukan senyum ramah. Dan MuJin tidak bisa untuk tidak menempatkan drama dalam hidupnya, maka ia hanya menatap orang lancang didepanya dengan kosong seperti mengatakan : Kamu mau apa? Apa ada urusan dengan ku? Kenapa kamu duduk didepanku? Apa ada yang salah?

Tentunya MuJin cukup hebat untuk mengatakan banyak hal hanya dengan matanya. Disaat berikutnya alis diatas mata MuJin mengerut seperti mengatakan : Kenapa kamu diam? Apa salahku? Katakan padaku? Kamu mengesalkan, heeeeey? Apa kamu memerlukan sesuatu?

Bai Li yang bodoh tidak tau itu hanya akting dan tertawa lucu. Ia tidak menyangka bahwa orang yang dulu hanya ia anggap anak pandai dan patuh bisa menjadi selucu ini. Kesan awalnya sudah baik, kini menjadi lebih baik.

MuJin melihat orang didepanya tidak mengambil inisiatif untuk bicara malah sibuk tertawa, jadi MuJin mengambil inisiatif. Apa sebegitu lucunya wahai big bro?

“Ketua kelas, ada apa?”

Ketua yang tertawa akhirnya berhenti “... Tidak ada, Ayo berbicara.”

Teman, kau mendatangi aku hanya karna itu? Serius? Tidak berguna, pergi dariku. Jangan harap karna wajahmu tampan kau bisa mendekatiku seenaknya. Angkat kakimu dan pergi. Cepat. Sho sho*

•( Cara mengusir seperti syuh syuh )

“Oke.” Berbeda dari apa yang dikatakan MuJin dipikirkannya MuJin menerima. Ketua kelas membalas dengan tersenyum sangat silau “Bagus, apa yang kita bicarakan?”

MuJin yang matanya menyipit karena hampir buta berkata “Kenapa kamu ingin bicara?”

“Karena kamu lebih menarik dari sebelumnya.”

Wow, dia bahkan tidak ragu.

MuJin kagum akan kelugasan Bai Li. tidak heran kalau ini adalah adik Gao TianChen, dia juga berwajah tebal. Apa semua orang kaya begitu? MuJin juga kaya sebelumnya, tapi dia tidak pernah setidak tau malu seperti kedua saudara Gao ini.

“Terimakasih ketua kelas.” MuJin hanya bisa menampilkan senyum baik didepan ketua kelasnya. Bai Li segera merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih keras.

“Yah, sama-sama. Lalu jangan memanggilku ketua kelas, panggil aku Bai Li atau Sayang?”

Persetan dengan mu anak muda.(^-^)

MuJin mengutuk orang tidak tau malu didepanya, namun wajah MuJin yang tampan itu tetap tersenyum “Oke, Bai Li.”

Bai Li Tertawa “Sayang sekali kamu tidak memilih yang kedua.”

MuJin tiba-tiba kembali kesal. Apakah ini yang dikatakan orang yang lebih berbudi luhur dan sopan?? Seorang gentleman? Persetan, yang  MuJin lihat hanyalah babi dengan kulit tebal.

Melihat MuJin yang hanya tersenyum Bai Li kembali bertanya “Bagaimana keadaan perutmu? Sudah baik?”

“Jauh lebih baik.” Tentu itu karna sisitem nya.

“Aku turut senang.”

“Terimakasih. Apa Kamu punya saran untuk merawat perut?”

“Tentu, kamu hanya jangan terlalu banyak makan makanan pedas, dan...”

Setelah beberapa kata, kedua orang itu membahas topik acak seperti masalah perut, cara menghindari masalah perut, pengobatan, lalu ke makanan enak, restoran, meja kayu indah, bangku cantik. Intinya semua hanyalah basa-basi yang tidak perlu disebutkan. Pembicaraan yang kurang jelas juga membuat MuJin menjadi lebih santai. MuJin tidak membatasi dirinya untuk berteman dengan orang Tampan. Tentunya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 27, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[ BL ] I Have a VIP SystemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang