"Pagi, Appa!"
Jungsoo terkejut pagi-pagi mendapat sapaan dari putranya serta lompatan di punggung menyebabkan dia cepat-cepat menjaga keseimbangan dan menahan tubuh yang tidak lagi kecil itu. Dia sedang berjalan di koridor kamar saat mendapat kejutan mendadak.
"Piggy back, eoh? Manja," cibir Jungsoo.
Kyuhyun mengerucutkan bibir. "Aku hanya manja padamu, Appa. Harusnya Appa merasa spesial." Kyuhyun menyurukkan wajah di leher Jungsoo membuat sang ayah kegelian. Jungsoo menggeliat kecil, terkikik saat dengan sengaja Kyuhyun mengecupi lehernya.
"Baiklah, Pangeranku. Appa merasa tersanjung. Hentikan atau kau bisa jatuh nanti."
Kyuhyun terkekeh lantas menghentikan candaannya. Dia bersiap untuk turun dari gendongan namun Jungsoo menahannya. "Aku bisa jalan sendiri."
"Tanggung. Sekalian sampai di meja makan."
"Lihatlah, siapa yang memanjakanku sebenarnya.'" Kyuhyun mengembalikan cibiran hingga Jungsoo tertawa keras. Kyuhyun menyamankan diri di punggung tegap itu. Tidak meminta untuk turun lagi, dia suka diperlakukan seperti ini oleh ayahnya.
Jungsoo melangkah dengan senyum riang. Merasa tidak membawa beban di punggungnya, langkahnya terayun ringan, menuruni tangga, hingga sampailah mereka ke meja makan. Di sana sudah ada Tuan Park, Nyonya Park, Jungmi dan Jung In. Mereka menyambut kehadiran Jungsoo dan Kyuhyun. Biasa saja saat melihat Kyuhyun berada di punggung ayahnya. Manjanya Kyuhyun sudah bukan rahasia di keluarga Park.
"Aigooo... apa benar dia ketua OSIS?" goda Jung In begitu Kyuhyun diturunkan Jungsoo.
Kyuhyun menempati kursi tepat di sebelah Jungsoo."Bukan salahku Noona, Appa yang memaksa."
Nyonya Park meletakkan setangkup roti selai di piring Jungsoo. "Apa kau tidak terlalu memanjakannya, Jungsoo?" Nyonya Park melirik kecil ke arah Kyuhyun, sengaja menggoda.
"Tidak, tidak. Memangnya siapa yang akan dimanjakan Appa selain aku Halmeoni?"
Nyonya Park mencebikkan bibir diikuti tawa yang lain, namun kemudian tersenyum juga. Ini hanya rutinitas ringan mereka di pagi hari. Memangnya siapa di rumah ini yang merasa keberatan dengan perlakuan Jungsoo pada Kyuhyun, karena sesungguhnya mereka juga melakukan hal sama. Memanjakan Kyuhyun sudah seperti keharusan.
#
Mobil Jungsoo berhenti di depan gerbang sekolah Kyuhyun.
"Imo Jungmi yang akan menjemputmu nanti."
Kyuhyun melenguh protes. "Kenapa bukan Appa?"
"Memangnya kenapa kalau Imo?"
"Karena dia akan membawaku keliling hingga kakiku patah!"
Jungsoo tertawa keras. "Anak Appa berlebihan."
"Itu benar, Appa." rengek Kyuhyun.
"Hem. Tapi Appa hari ini tidak bisa, ada meeting hingga malam nanti. Ayolah, Imo Jungmi tidak seburuk itu."
Kyuhyun manyun namun tidak protes lagi. Meraih ranselnya dia membuka pintu mobil dan berpamitan dengan lesu.
"Bersenang-senanglah, sayang!"
Kyuhyun mengangguk menjawabi Jungsoo. Menggendong ranselnya seraya berjalan memasuki gerbang. Jungsoo memperhatikannya yang berjalan tenang. Senyum kecil tersungging saat seorang teman Kyuhyun muncul dan langsung merangkul putranya akrab. Dia bersyukur putranya tumbuh dengan baik dan memiliki banyak teman. Kyuhyun juga pintar dan menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya. Membanggakan, tentu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Go Home : Road To You
FanfictionDia telah melewati semuanya. Rasa Sakit dan terluka hanya untuk sebuah kenangan. dia bisa melupakan semuanya tapi tidak pernah lupa 'Ayah'.
