Chapter 05

89 14 5
                                    

Caffe Larasa

"jadi apa maksud kedatangan mu kemari dan kau masih saja tidak punya malu menampakkan muka mu itu di hadapan ku" sungut siwon

"aku hanya ingin memberi tahu kepada mu jika aku tak merestui hubungan anak ku dan anak mu namun jika kita masih saja mempertahankan ego kita .apa kau yakin dengan kata kata mu dulu akan selalu menuruti apapun kata kata anak ku asalkan anak ku bahagia " ejek yunho panjang lebar

"cih ....jadi benar kau hanya ingin mengatakan itu dan kau pikir aku akan setuju jika sehun dan putri mu bersama itu tidak mungkin ." jawab siwon

"terserah kau saja jika itu keputusan mu yang jelas aku tak mau tau apa keputusan mu .dan ingat jangan sampai kau menyesal atas keputusan mu saat ini dan aku dengar dengar kondisi sehun cukup prihatin kau kurung apa kau yakin dia bahagia " senyuman mengejek dari yunho terbit di bibir nya

" dan satu lagi lihat lah anak mu dan cek kondisinya apa dalam keadaan baik baik " ujarnya

" jadi mau mu apa kemari dan niat mu dari awal katakan "tanya siwon

" hemmm aku hanya ingin jika seserahan dan uang mahar nya 1.2M dan sebidang tanah satu hektar .e...mmmmmm sebentar sebentar dan 2%saham di oh company menjadi seserahan saat nikah nanti bukan kan itu menarik " ujar yunho enteng

dan benar dugaan siwon bukanya yunho tak mengajukan permintaan yang tidak biasa bahkan di luar nalar tapi ingat demi anak semata wayang nya yang sekarang terbaring lemah maka dia akan mengabulkan apapun .

"baik lah jika itu mau mu tapi jangan harap kau bisa menguasainya " tutur siwon

"hahahahha bukan kan calon besan ku sangat kaya raya ternyata .dan satu lagi aku ingin pernikahan nya di majukan 2 minggu kedepan ini .aku tak ingin anak mu yang malang itu tergeletak sakit karna ambisinya mendapatkan putri ku " jawab yunho

"baik lah jika mau mu itu akan ku laksanakan " jawab siwon

Dan bukan hanya siwon yang mencemaskan konsdisi anak nya bahkan yunho pun sama namun masih saja dia berlaku angkuh sedangkan putrinya pun tak kalah sama dengan keadaan sang kekasih yang tertekan akan hal yang sama

              🐰🐥🐰🐥🐰🐥🐰🐥

Disebuah kamar bernuansa klasik yang beraroma maskulin tergeletak seorang pemuda yang sedang memandangi foto kekasih nya iya bae irene wanita yang telah merebut hatinya hingga tak sadar akan melawan sang ayah pun iya lakukan dan sebuah drama .yang dia rencanakan dengan sang paman kesayangan. agar kemauanya di kabulkan sang ayah

tok tok tok

"ayah masuk nak ....." tutur lembut siwon

dan sehun pun hanya diam dan tak tau jika ayah nya kemari hanya ingin memberitahukan kabar bahagia tersebut .

"nak ayah kesini hanya ingin memberimu kabar jika ayah dan ayah nya irene sudah menetapkan tanggal pernikahan kalian 2 minggu lagi kalian akan menikah" tutur lembut siwon .

"benarkah ayah ayah tidak sedang membohongiku kan " jawab sehun antusia.

dan sangking antusiasnya dia lupa jika dia sedang akting pura pura sakit .dan hal itupun tak luput dari siwon

" kau kenapa kau sudah tidak kesakitan lagi apakah kau sudah baikan sekarang " tanya bingung siwon

"ah aduuuh  ayah aku hanya bahagia saja mendengar ayah mengatakan jika aku dan irene akan menikah dua minggu lagi " tutur sehun

dengan nada serendah mungkin dia takut jika dia nanti ketahuan berpura pura sakit

"oh baiklah jika begitu segeralah sembuh ayah amat sangat hawatir jika keadaan mu masih seperti ini" ucap siwon seraya mengusap kepala putranya .

    One More ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang