PART 2

12 3 1
                                        

-shit-

Semenjak kejadian kemarin, Raina jadi sering melamun lalu tersenyum sendiri,membuat Mama dan Kakaknya bingung,

"Kamu gila dek?," celetuk Keano—kakak Raina. Seketika Raina langsung melotot kearah kakaknya.

"Jahat banget si kak,bilang aku gila,aku masi waras nih!," sahut Raina kesal,sedangkan kakaknya hanya tertawa

"Lagian kamu daritadi senyum-senyum sendiri," lanjut Lidya–wanita yang tengah mengenakan daster biru tua itu, membuat Raina tersenyum lebar.

"Lagi seneng Ma!," sahut Raina senang,

"Alah paling tentang tu cowo kan?," tebak Keano sambil menunjuk Raina menggunakan sendoknya,

"Iyaaa kak,duh kebayang terus ni," sahut Raina,Lidya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Raina,

"Yeuu pantesan macam orang gila kamu dek," ejek Keano langsung lari menuju kamarnya takut terkena amukan Raina.

"KAKAK!!!!," teriak Raina langsung mengejar kakaknya,

"INGET BANGUN PAGI KAK DEK," teriak Lidya mengingatkan kedua anaknya itu.

------

Pagi ini Raina sudah disekolahnya, hanya saja ia tak menonton Arlan seperti biasanya, entahlah apa yang membuat Raina tak ingin menonton Arlan.

Yang pasti Raina sangat malu menampakan wajahnya di depan Arlan.

"Rain!," teriak seseorang yang sangat Raina hafal suaranya.

Arlan

"Eh? kenapa?," sahut Raina spontan sambil tersenyum,

"Mmm, gini kata Miss Lily nanti pas istirahat di suruh ke ruang guru," jawab Arlan sambil menahan teriakannya, bagaimana tidak Raina tidak senyum saja sudah manis apalagi senyum.

"Oh iya, makasi ya," ucap Raina langsung pergi meninggalkan Arlan, sejujurnya Raina malu apalagi ia merasa Arlan menatapnya intens.

sial, gue ngapain si?, batin Arlan

Selepas itu Arlan pergi menghapiri sahabatnya yang sedang menunggunya.

"Inget lan, lo udah punya pacar," ingat Ranz sesampainya Arlan di lapangan.

"shit," desis Arlan pelan.

"Gini bro, cuman ngingetin lo udah punya pacar dan lo tau pacar lo itu sangat posesif ya kita-kita cuman takut Raina di bully gara-gara lo," nasihat Bondan kepada Arlan yang diikuti anggukan kepala Ranz dan Aksa.

Arlan tertegun, ia tak ingin Raina di bully dan tak boleh terjadi.

"Tuh mak lampir muncul,"

Celetukan Aksa membuatnya tersadar dari lamunannya,

"Arlan, aku belum makan, ke kantin yuk?," ajak Jasmine sambil memeluk lengan pacarnya manja.

"Kenap belum makan? emang di rumah ga sarapan?" tanya Arlan sambil mencubit hidung Jasmine gemas setelah mendapat gelengan kepala dari Jasmine.

"Bro gue ke kantin ya!," ijin Arlan kepada ketiga sahabatnya.

Arlan dan Jasmine bergandengan tangan menuju ke kantin dan semua itu tak terlepas dari pandangan Raina.

Sungguh kejadian tadi membuatnya sedikit berharap dengan Arlan namun melihat bagaimana cara Arlan memperlakukan Jasmine semanis itu, membuat Raina sadar ia memang tak akan pernah bersama Arlan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 11, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SECRET ADMIRERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang