Kau dan Rokok

32 1 0
                                        

Ketika burung emprit, prenjak dan sekawanannya terbang di atas awan gemawan, terlukis betul parasmu selalu dalam ingatan. Melihat kembali puisi-puisi roman. Dari arah seberang timur dan barat memang kita sedang dilanda jarak yang menyakitkan. Pada sekawanan padi yang mulai tumbuh segar, kulihat kakimu berjalan di ruas-ruas jalan sepi. Menunggu cahaya lazuardi dengan biola barumu yang kau mainkan dengan sepenuh hati. Tapi ada satu, aku tak bisa lupa itu. Entah mengapa! Ada satu batang rokok yang sering kau mainkan dan asapnya kau tiup-tiup di kala pagi dengan secangkir kopi hitam buatanmu. Dan aku ingin bertanya "apakah kau tidak bosan terhadap rokok berasap itu?"
24 Maret 2020

NEGERI DONGENGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang