2 • dia siapa?

1 1 0
                                    

8 April 2018

Gemintang dan Senja baru saja sampai di arkade, setelah berhasil membawa pergi Gemintang dari lelaki yang mengaku sebagai 'anak' dari masa depan Gemintang.

"Kamu kenal laki laki tadi?" Tanya Senja setelah membuka helmnya. Gemintang menggeleng.

"Terus kenapa dia bisa ada sama kamu?"

"Gak tau, dia tiba tiba dateng dan ngaku sebagai anak aku dari masa depan"

"Dunia makin aneh aja, emang time travel itu beneran nyata?"

"Bisa aja kan"

"Kamu percaya sama omongan laki laki tadi?"

"H-hah? Gak kok, aku kan cuman berpendapat"

"Ah udahlah ayo masuk, Bay sama Arun udah nungguin dari tadi"

Sebelum Gemintang masuk ke dalam arkade, dia sempat melihat sebuah siluet yang tidak asing.

'Itu kan laki laki yang tadi'

"Nay! Ayo"

"Oh iya"

Gemintang segera menyusul Senja masuk ke arkade.

'Sebenernya dia itu siapa sih?'

---
Flashback on

Angkasa saat ini sedang berdiri dihadapan perempuan yang dicarinya sedari tadi. Perempuan itu -Gemintang sedang menatapnya dengan ekspresi terkejut.

"Percaya padaku, aku tidak berbohong"

"Bagaimana aku bisa percaya pada orang yang baru saja ku temui dan bicara seperti itu"

"Ak-"

"Nay?"

Angkasa dan Gemintang mengalihkan pandangannya pada suara itu berasal, Senja.

"Dia siapa?" Tanya Senja. Gemintang bingung harus menjawab apa. Tak kunjung mendapat jawaban, Senja berspekulasi.

"Kamu psikopat kan?!"

Gemintang membulatkan matanya terkejut.
'Bagaimana dia bisa berspekulasi seperti itu?'

"Senja ngaco deh"

"Ya terus apa? Abisnya gak ada jawaban sama sekali dari kamu"
"Ngaku aja, kamu psikopat kan?!"

Pandangan Senja kini beralih pada Angkasa dan berbicara dengan nada yang tidak bersahabat.

"B-bukan, a-aku bukan-"

"Kamu pasti mau culik Nay terus bunuh dia kan?!"

"Hah? Gak. Dengerin dulu-"

"Gak usah banyak ngomong! Sebelum kamu bisa ngambil Nay, lewatin dulu aku!"

"Ihh Senja udah ah yuk kita pergi aja, yuk yuk"

"T-tapi-"

Gemintang mendorong tubuh Senja hingga menjauh dari Angkasa dan segera pergi dari taman. Angkasa hanya bisa menghela nafas dan menatap motor Senja yang semakin menjauh.

"Baru gini aja udah susah banget"

Flashback off

Dan disini lah Angkasa sekarang, duduk disebuah cafe yang tidak jauh dari arkade dimana Gemintang dan teman temannya bermain.

Memang benar, Angkasa mengikuti Gemintang hingga ke arkade, dan dia yakin bahwa Gemingtang mengetahuinya juga. Tiba tiba seseorang duduk dihadapannya.

"Kak Tara?"

"Kamu ngapain disini?" Angkasa tidak menjawab.

"Udah ketemu Naya?"

"Udah.." jawab Angkasa pelan.

Gemilang yang kasihan melihat Angkasa akhirnya mengajak Angkasa untuk ikut dengannya.

"Ikut kakak"

"Kemana?"

"Ikut aja"

Mau tidak mau Angkasa ikut dengan Gemilang. Setelah berjalan kurang lebih 10 menit, mereka sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi layak untuk dihuni. Gemilang mendahului masuk lalu disusul Angkasa. Betapa terkejutnya Angkasa menemukan Bintang didalam rumah itu.

"Dek? Kenapa bisa ada disini?"

Bintang hanya menatap Angkasa malas dan kembali bermain dengan PSnya.

"Kakak nanya dijawab dong"

"Bosen dirumah"

"Karena itu doang kamu ikut kesini?"

"Tadi dia maksa buat ikut, yaudah kakak biarin aja, lagian biar kakak ada temen disini" jelas Gemilang.

"Awas loh jangan nyusahin Kak Tara!"

"Dari tadi Bintang cuman main PS kok! Gak nyusahin Kak Tara!"

Gemilang hanya menggeleng melihat perdebatan kakak beradik itu.
"Udah ya gak usah debat, nanti kedengeran tetangga"
"Oh iya, kamu tinggal disini aja"

"Eh? Aku kira kita pergi sehari terus balik lagi"

"Hmm, no no. Kalo kayak gitu terus tenaga alat itu bakalan lebih banyak terkuras" Angkasa mengangguk mengerti.

"Berarti kalian juga tetep tinggal disini?"

"Iya"

"Terus yang dimasa depan sana gimana?"

"Tenang aja, semua udah kakak urus" Angkasa lagi lagi mengangguk.

Angkasa berkata jujur kok pada Gemintang waktu itu, dia memang benar benar dari masa depan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 01, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

time travel • hwang hyunjinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang