Jawaban Dohyon sontak membuat May mengerutkan keningnya tak habis pikir.
"Gapapa. Itu hak lo buat nolak gue. Gue juga gak bisa maksa kalau emang perasaan lo ke gue itu belum ada." jelas Dohyon lalu mengusap puncak kepala May.
"Pelan-pelan aja. Gue bakal nunggu sampai lo bisa move on sepenuhnya." lanjutnya lagi.
May menggigit bibirnya gugup, "Yon, lo tuh terlalu baik buat gue."
Membuat Dohyon menarik sudut bibirnya membentuk lengkungan tipis, "Kenyataannya gue gak sebaik yang lo pikir, May. Wonyoung pasti ngerti maksud kalimat itu."
May sempat mengerutkan kening tidak paham. Tapi Dohyon menginterupsinya dengan usapan pelan.
"Lo bilang tadi mau sendirian kan? Okay, gue pamit kalau gitu."
May langsung menahan lengan Dohyon. Membuat lelaki itu membalikkan badannya kembali.
"Gue berubah pikiran.." gumam May.
Disambut senyuman simpul dari Dohyon.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haruto sampai ke koridor samping dorm cewek. Disana ia bisa melihat Wonyoung yang tengah meringkuk sambil memeluk kedua lututnya. Bahunya bergetar diiringi isakan yang samar-samar terdengar.
Haruto menghela napas sejenak sebelum akhirnya menghampiri gadis itu dan ikut duduk disebelahnya.
"Gue bilang jangan nangis sendirian lagi kan."
Sahutan Haruto spontan membuat Wonyoung mengangkat kepalanya. Keadaan mukanya Wonyoung udah banjir air mata.
"I'm ruined, Ruto..."
"I'm ruined too seeing you like this, Won."
Dan Haruto langsung bergerak merengkuh Wonyoung dalam pelukannya. Lalu mengusap punggung gadis itu dalam ritme pelan.
"Padahal itu pertama kalinya Dohyon nembak cewek. Tapi dia malah ditolak dan kejamnya May bahkan gak nyinggung apapun tentang solo stage-nya Dohyon." gumam Wonyoung.