DYD PART 1

357 5 15
                                    

•》Pagi di Rs. Edelweiss. "Semangat, Dev.", Dr. Deven Christiandi Putra, atau kerap disapa Dr. Deven, melangkahkan kaki dan mengepalkan tangan sesaat ia meninggalkan pajero putih miliknya yang berada di parkiran Rs. Edelweiss.
•》 "Hari ini ada berapa pasien yang harus saya tangani ?", pertanyaan sama dilontarkan setiap pagi olehnya. "Hanya ada 4 pasien Dok.", jawab Suster Hana. Beliau adalah asisten khusus Deven. "Baik, kita mulai 1 jam lagi.", jawabnya tegas meninggalkan Suster Hana ditempat, dan bergegas menuju ruangannya. •》 Dr. Deven Christiandi Putra, sebuah plakat terpampang jelas diatas mejanya, dengan tambahan logo dr Rs. Edelweiss di sampingnya. Seorang dokter muda berwawasan luas, tampan, berkharisma, tegas, dan tidak besar kepala
•》 Clinton Lubis, teman satu angkatan dengannya. Satu almamater, dan termasuk sahabatnya, yg masih terpaut bbrp bln usia dgnya.
•》 "Woi, Dev ! Baru sampe lo ?", Clinton, teman satu profesinya, memasuki ruangannya tanpa permisi.
•》 "Kebiasaan lo ya, Ton. Ketuk dulu kek, misi kek, main nylonong masuk ae lo.", balas Deven. Deven & Clinton memang seperti air dan minyak dlm indomie rebus, tdk bisa bersatu, ttpi sedap bila dibaurkan.
•》 "Bosen gue denger omelan lo tiap pagi itu itu mulu udah setahun disini. Yang lain kek, yang itu gue udah hafal.", jawab Clinton tanpa dosa lalu duduk di depan Deven sambil memutar mutar kursinya
•》 "Ya lo nya aja yang budek permanen selama setahun. Heran gue, manusia tengik kek lo bisa jadi dokter.", Cibir Deven yang justru malah membuat Clinton terpingkal.
•》 "Sana pergi lo, gue mau periksa pasien gue. Enek gue liat lo lama lama.", lanjutnya sambil mengambil jas putihnya dan berlalu meninggalkan Clinton diruangannya.
•》 "Huuuu, awas lo nanti nyari nyari gue jam makan siang. Makan sendiri aja lo ya.", balas Clinton beranjak dari tempatnya untuk pergi.
•》"Sialan lo, jangan gitu lah beib.", balas Deven kemudian bersiap meninggalkan ruangannya untuk memeriksa pasiennya.

Next gk gaess
Yhuu nih yg ngedemo minta next cepet
Sorry ya din jarang next itu karna bnyk tugas sekolah

Tetap #stayathome manteman
Jaga kesehatan
Jangan lupa cuci tangan

                                       Vomment

Photo

Damn you doctor(on going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang