Assalamualikum,
Mohon maaf lama tidak meng-update Materi Kepenulisan. Kali ini, Materi akan dibahas oleh Kak primamutiara_
Mengenai : Karakter Tokoh
Oleh : Kak primamutiara_Pada tanggal 21 April 2020,
°°°
Karakter adalah salah satu elemen yang paling penting dalam sebuah cerita. Tanpa adanya karakter, cerita kita tidak akan mungkin bisa berjalan dengan maksimal.
Dan tanpa adanya karakter yang kuat, cerita kita juga jadi kurang bernyawa. Hanya sebatas ada, tidak terlalu special.
Coba baca lagi ceritamu, apakah karaktermu benar-benar terasa nyata? Ataukah ia hanya disebut dengan nama saja dan gambaran fisik ala kadarnya? Karakternya dideskripsikan hanya sekadar telling, not showing. Penulis hanya memberitahu pembaca, bukan menunjukkan karakter dan membiarkan pembaca yang mengenali tokoh itu.
Secara garis besar karakter tokoh dalam sebuah cerita itu terdiri dari 3 jenis :
1. Karakter 1 dimensi, dalam hal ini, tokoh hanya seperti figuran, mereka tak mempunyai nama dan hanya muncul sekilas saja. Kita tidak perlu memberinya nyawa, cukup membuatnya ada saja. Tokoh ini juga tidak terlalu berpengaruh dalam perkembangan cerita, contoh, Abang tukang bakso, satpam, supir taksi, dll.
2. Karakter 2 dimensi, tokoh ini mempunyai nama, sedikit emosi, tapi ia hanya seperti wayang yang kita mainkan, mereka mempunyai sifat tertentu, tetapi tidak detail, emosinya tidak kita jelaskan secara gamblang.
Nah, jika kita belum lihai mendeskripsikan tokoh utama, bisa jadi ia hanya bisa jadi karakter yang seperti ini.
Padahal ada tahapan lainnya yaitu...
3. Karakter 3 dimensi, tokoh yang mempunyai karakter ini adalah yang paling berperan penting dalam cerita kita. Bisa berupa protagonis, maupun antagonis. Mereka hidup dengan emosi, keinginan, ambisi, masa lalu, dan latar belakang yang kuat.
Nah, untuk kali ini kita akan menitikberatkan untuk menjelaskan karakter 3 dimensi ini.
Lalu bagaimana membuat karakter seperti ini? Karakter yang akan merebut simpati pembaca?
Buatlah karakter sekuat mungkin, senyata mungkin, buat orang lain benar-benar bersimpati dan merasakan apa yang tokoh rasakan.
Caranya adalah dengan, cintai tokoh kamu terlebih dahulu, kenali mereka luar dalam. Sebelum kamu membuat sebuah cerita tanyakan dulu,
Bagaimana ciri2 tokohku? Bagaimana gerak-geriknya? Bagaimana sifatnya? Apa yang ia suka dan tidak ia suka? Bagaimana latar belakang sosial, pendidikan dan keluarganya? Dan berbagai macam hal. Kamu bahkan bisa bertindak sebagai seorang wartawan terhadap narasumber.
Kenali sang tokoh 100%, seperti kamu mengenali diri kamu sendiri, atau minimal seperti kamu mengenal sahabat atau saudara kandungmu. Sehingga kamu dengan mudah menyatu dan menebak apa yang dimau sang tokoh.
Kamu bisa membuat tulisan/deskripsi biodata mereka, melakukan interview/tanya jawab dengan mereka. Hingga kamu merasa mereka benar-benar hidup dan menempel di kepalamu.
Ah ya, semakin unik dan 'berbeda', tokohmu juga akan semakin kuat. Beri dia ciri khas yang membuat orang dengan mudah mengingatnya.
Misal, sifatnya yang suka mengumpat dengan dengan binatang lucu. Atau tingkah polah yang absurd.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kelas Materi Kepenulisan
No FicciónKelas Materi Kepenulisan. Sesi Materi Melalui WA