Mimpi yang sama.

10 1 0
                                    

"Tidaaakk......" pekik luna langsung terduduk dari tidurnya.

hmhmhmhmhm napasnya yang terengah engah dengan keringat dingin membasahi dahinya. kemudian mamanya masuk kekamarnya.

"kenapa sayang? mimpi buruk lagi?" langsung duduk didekat anaknya yang mulai kelihatan sedikit tenang.

"nggak apa apa ma"
"yakin nggak apa apa??"
luna hanya mengangguk sambil menyeka keringat didahinya.
"yaa sudah bangun gih, udah subuh loh, hari ini kamu dinas pagi kan?"
"iyaa mah"
"sholat abis tuh mandi, mama udah siapin sarapan diatas meja. buruan gih sarapan bareng papa"

Luna beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. dikamar mandi luna tertegun begitu lama didepas wastafel kamar mandinya.

"siapa dia?? kenapa dia selalu hadir dalam mimpiku?
ahh entah laaa, aku tidak tau dan aku tidak mengerti. tapiii sudah hampir dua tahun ini dia selalu hadir dalam mimpiku. rasanya begitu nyata bagiku, hmmm" luna melihat dirinya dicermin wastafel.

ada sebuah perasaan aneh yang menyelimuti dirinya.

Luna pun bergegas mandi dan bersiap siap untuk pergi bekerja karna ini adalah dinas pagi pertamanya.

"Pagi maa, pagi paa" ucap Luna sesampainya dibawah dan langsung mencium mama dan papanya.

"Buruan gih sarapan, nanti kamu telat sayang" ucap mamanya sambil menyendok kan nasi goreng di piring anak kesayangannya itu.

"Tenang maa, masih satu jam lagi kok" ujar Luna sambil melirik jam ditangannya.

"Ohh yaa kata mama hari ini dinas pagi pertama mu yaa sayang??"
"Iyaa paa, soalnya Luna udah selesai trainingnya" ucap Luna tersenyum sumringah.

"Waaah berarti anak papa udah diterima secara resmi dong kerja dirumah sakitnya"
"Udah dong paa" ucap Luna dengan bangga.
"Selamat yaa sayang, semangat" ucap papanya sambil mengusap kepala anak satu satunya itu.

Sepuluh menit kemudian.....

"Maa, paa Luna berangkat dulu yaa" ujar Luna sambil menyalami mama dan papanya.
"Kamu perginya naik apa sayang??"
"Yaa naik sepeda motor dong maa!" Ujar luna.
"Nggak usah naik sepeda motor lagi dong sayang, bareng papa aja, kan searah juga"
"Iyaa sayang, mulai sekarang kamu pergi kerjanya bareng papa aja yaa" ujar papanya.

"Ma, pa nggak usah, Luna kan udah gede. Bisa jaga diri kok"
"Tapi sayang..."
"Udah ma, pa Luna berangkat dulu yaa" sambil mencium papa dan mamanya.

Mama dan papanya hanya pasrah dan mengelus dada.
"Tuu anak yaa nggak mau dibilangin"
"Udah maa nggak apa apa, Luna kan udah gede juga, dia pasti bisa jaga dirinya kok"
"Tapi paa"
"Yaa udah papa berangkat dulu maa" ucap pak Bramantyo pada istrinya.

Dan istrinya itu pun langsung menyalami suaminya dan mengantarnya sampai didepan teras. Pak bramantyo pun pergi dengan mengendarai mobil Pajero sportnya dengan pelan hingga hilang ditikungan jalan.

Bersambung.....

Holla teman teman readers ku yang setia......
Selamat datang dicerita ketiga ku. Semoga kalian suka yaa....

Oh iyaa jangan lupa vote n comment nyaa yaa, supaya saya semangat menulis nyaa....

Salam sayang dari sang penulis amatir ini 💐💐

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 11, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Waiting For You.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang