Bagian Ketujuh: Rumor

6.5K 846 674
                                        

Hati-hati ada scene hmm-nya hyung 🙏

•••

Asrama Slytherin yang penuh dengan penyihir muda bertampang licik dan ambisius sudah lama terkenal dengan reputasi buruknya di Hogwarts sebagai tempat berkumpulnya para calon penyihir hitam.

Setidaknya itu merupakan asumsi dari orang-orang termasuk Park Chanyeol, sebelum si singa bertemu dengan Byun Baekhyun; satu-satunya ular kecil yang berhasil membuat dirinya perlahan mulai menghapus segala pandangan buruknya terhadap Slytherin.

Dan Chanyeol yakin bahwa ia tidak memerlukan bantuan dari ramuan cinta; Amortentia untuk membuat omega seperti Baekhyun jatuh hati padanya.



huffloeypuff proudly presents

Amortentia

Rate: T-M

Length: Chaptered

Genre: Yaoi, Fantasy, Romance, Fluff, Omegaverse, Harry Potter AU

Main Pairing: Park Chanyeol/Byun Baekhyun

Gryffindor! Chanyeol, Slytherin! Baekhyun

Find another cast!

WARNING!

Cerita ini mengandung unsur, BxB atau hubungan sesama jenis, konten dewasa, obrolan kasar, dan adegan sensitif lainnya yang mungkin mengganggu bagi sebagian besar pembaca. Disarankan kepada kalian yang merasa tidak nyaman dengan cerita ini agar tidak membacanya. Diperbolehkan memberi saran atau masukan dengan catatan TIDAK MEM-BASH! DILARANG PLAGIAT!

Happy Reading!



Bagian Ketujuh: Rumor

Kemarin sore adalah mimpi buruk yang terwujud jadi kenyataan bagi Chanyeol. Ia, Jongdae, dan Doyoung sama-sama dijatuhi hukuman berupa detensi oleh Profesor Shim. Chanyeol dan Jongdae karena terlambat untuk mengikuti kelas Ramuan, dan Doyoung karena menumpahkan kuali berisi Amortentia sehingga menimbulkan kekacauan kecil yang cukup menyusahkan di dalam kelas.

Oh, lalu bagaimana dengan Ten? Omega itu berhasil lolos dari detensi. Jangan heran lagi, semua Slytherin selalu bisa terbebas dengan mudah dari hukuman—bila itu berurusan dengan Profesor Shim, sang kepala asrama tukang pilih kasih. Hewan yang melambangkan asrama mereka memanglah ular, tetapi mereka lebih mirip seperti belut, terlalu licin—dan licik—untuk ditangkap. 

Bukan hanya itu, Chanyeol juga menyadari bahwa ia telah melakukan sesuatu yang bodoh.

Sangat, sangat bodoh.

Gryffindor jangkung itu berlarian di sepanjang koridor. Ketakutan menyergapnya, ditambah lagi Jongdae yang berulang kali menggumamkan kalimat, "Matilah kita, matilah kita!" lengkap dengan wajah pucatnya selama di perjalanan menuju ruang bawah tanah kastil. Tapi, sesampainya di kelas, perasaan takut akan detensi dari Profesor Shim yang kemungkinan besar akan ia dapatkan mendadak sirna begitu saja.

Amortentia; Chanbaek || DISCONTINUEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang