Ari pun mengikuti Soni entah yang perginya kemana. Ia awalnya ingin menolak akan ajakan itu, namun apa daya, Ari hanyalah orang yang polos dan orang yang sungkanan (Gak enakan). Jika ia menolak tawarannya, maka takutnya Soni akan meninggalkan Ari.
Dari sinilah semua kehidupan Ari mulai terjadi. Soni mengajaknya ke tempat tongkrongan yang... Ah sudahlah, pasti orang akan jengkel tau tempat itu. Semua orang di sekitarnya pasti akan menjauhi tempat itu jika di ajak kesana.
Setelah Ari sampai di sana, ia terkejut dengan Soni. Bagaimana enggak, Ari diajak Soni ke pergaulan yang sangat amburadul. Tempat itu sering di grebek oleh Polisi karena kasus narkoba dan minum minuman keras.
Sontak Ari dan Soni berdebat,
Ari : "Lo cok, iki nggon opo, Ni? Ora nggenah banget panggon e."
(Lo cok, ini tempat apa, Ni? Enggak jelas banget tempatnya).Soni : "Yo iki lo pergaulan ku sehari-hari. Wes biasa aku ngelakoni ngeneki."
(Ya ini lo pergaulan ku sehari-hari. Udah biasa aku melakukan seperti ini).Ari : "Wong tuwo mu gak ngerti masalah iki?"
(Orang tuamu enggak tau masalah ini?)Soni : "Awal-awal gak ngerti, Ri. Tapi suwi-suwi wong tuaku wes pasrah mergo pergaulan ku ngene. Soal e aku nek omah kurang dihargai karo kurang kasih sayang e wong tuwo."
(Awal-awal enggak tau, Ri. Tapi lama-lama orang tuaku udah pasrah karena pergaulan ku seperti ini. Masalahnya aku di rumah kurang dihargai dan kurang kasih sayangnya orang tua).Soni : "Lagian aku yo iso bahagia nek kene ngetokne kabeh keluh kesah ku karo mendem, ngosumsi narkoba."
(Lagian aku ya bisa bahagia di sini mengeluarkan semua keluh kesah ku ama mabuk, mengonsumsi narkoba.)Ari : "Mesakne nasibmu, Ni. Aku yo podo kok ngalami."
(Kasihan nasibmu, Ni. Aku juga mengalami kok.)Soni : "Yoh, wakmu gelem gak melu aku dolan rene?"
(Yuk, wakmu mau gak ikut aku main disini?)Ari : "Aku jujur wedi, Ni. Engko lek kecekel polisi piye? Aku durung siap."
(Aku jujur takut, Ni. Nanti kalau di tangkap polisi gimana? Aku belum siap.)Soni : "Wes to aman identitas mu, tak jogo apik. Wakmu pengen rubah nasibmu to? Wakmu gak pengen nasibmu elek terus to?"
(Udahlah aman identitas mu, bakal ku jaga. Kamu mau rubah nasibmu kan? Kamu gak ingin nasibmu jelek terus kan?)Ari : "Enggak, Ni. Tapi...."
(Tidak, Ni. Tapi....)Soni : "Wes gak usah nolak, ayo saiki melu aku ae."
(Udah gak usah nolak, ayo sekarang ikut aku aja.)Akhirnya Ari pun ikut si Soni. Entah apa yang dipikirkan si Ari itu. Udah gila kah? Masak di ajak gitu nurut, kata seseorang huehehehe. Emang ada aja kelakuan anak remaja itu.
Akhirnya Ari mulai mencicipi barang yang haram. Ia awalnya tidak menyukai itu, tapi apakah ia akan terlanjur dalam semua pergaulan haram itu? Tidak ada yang tahu pasti. Semua akan terbongkar pada masanya:)

KAMU SEDANG MEMBACA
AKU SAMPAH MASYARAKAT?
Short StoryAda seorang anak yang polos namun terkena dunia yang kejam ini. Namun ia mendapat kesempatan kedua kalinya untuk hidup lebih baik lagi.