Jimin mendapat pesan dari seseorang melalui line. Dia tidak mengenalnya.
Unknown
P
Kau siapa?
Oh iya
Ini aku Hyunmi kau mengingatkukan
Hyunmi
Ya aku mengingatmu ada apa?
Bisakah kau melupakan kejadian
Kemarin? Sungguh aku tidak tahu aku
Bisa seperti itu
Baiklah
Tapi, apa serius kau tidak mengingat apapun?
Sebelum kau bertindak ganas seperti kemarin?
Tidak
Karena itu tolong jangan memberitahukan
Apapun pada siapapun
Sayang sekali jika sifatmu benar-benar seperti
Itu, aku pasti sudah sangat senang
Hah sudahlah aku ingin mandi
Bye
*read
>.<
Jimin POV
Aku berjalan keluar dari kamarnya. Saat membuka pintu aku mendapati Nae Ra ingin mengetuk pintu.
" Mau apa kau disini?", tanyaku.
" Kau belum makan malam", jawan Nae Ra.
" Dengar ya, aku tidak menyukaimu dan aku menolak perjodohan ini!!!", teriakku.
" Ya, tapi aku dapat memuaskanmu", jawabnya santai.
" Dengar aku sudah memiliki seseorang dihatiku. Dia lebih baik dari pada gadis yang menginginkan harta sepertimu", jawabku, walau sebenarnya aku tidak memilikinya.
" HAHA. Kau kira aku akan percaya begitu saja. Dengar ya Jim, sebelum aku datang kesini. Aku sudah mencari tahu segalanya tentangmu. Dan kau tidak pernah memiliki seorang gadis".
" Gadis ini gila", ucapku dalam hati.
" Hei, kau kira aku bodoh? Kau ingin menikahiku. Karena aku yang akan mewarisi perusahaan ayahku bukan? Dengar, ayahku mau menjodohkan kita, karena ia kasihan dengan keluargamu. Dan karena Ayahmu adalah sahabat ayahku". Nae Ra terdiam sejenak sebelum ia mulai mengeluarkan kata-kata.
" Ya, kau benar. Tapi kau tidak dapat mencegah pernikahan ini", jawab Nae Ra.
" Siapa yang bilang? Dengar ayahku memiliki menantu idaman. Ia ingin memiliki seorang menantu dokter. Sementara kau hanya seorang model dari majalah murahan".
" CUKUP JIM! Kata-kata mu sangat kasar", kata Nae Ra dan meninggalkanku.
Author POV
Malam ini, keluarga Park dan Oh akan berkupul untuk membahas pernikahan. Pastinya Jimin sudah memiliki rencana besar untuk pernikahan ini.
" Jadi bagaimana Jim apa kau setuju?", tanya ayah Jimin.
" Tentu saja", jawab Jimin yang otomatis membuat seluruh keluarga terkejut.
" Tapi aku punya satu permintaan", kata Jimin.
" Ya, katakan saja", kata Ayah JImin.
" Aku belum mengenal calon istriku dengan baik. Maka dari pada itu, aku ingin berpacaran dahulu dengannya", kata Jimin sambil tersenyum manis pada Nae Ra. Nae Ra tampak bingung. Apa yang sebenarnya sedang dirancanakan oleh Jimin. (Author: Say lalalalala:v Jimin: Uhhh ABS gue:v Nae Ra: Bahas apa sih? Jimin: Kepo lu).
