03

17 3 0
                                        

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari sepuluh menit yang lalu. Suasana kelas mulai sepi,sisa beberapa siswa termasuk yang sedang menjalankan piket kelas.

Alkana masih menggerutu di kursinya,gadis itu sendirian. Teman-teman nya sudah pulang lebih dulu.

"Aneh,pada ngambek ke gue semua. Gue salah apa sih?!" Dia terus merancau kesal.

Sementara itu,Ryshaka yang sedari tadi menunggu Alkana di parkiran sekolah tak kunjung melihat gadis kecil itu keluar. Biasanya dia selalu paling awal keluar.

Alis nya mengkerut melihat Anya dan Fattah keluar bersamaan,tapi dimana Alkana? Gadis itu tidak terlihat bersama mereka.

"Anya! Cewe gue mana?" Tanya nya.

"Ada di dalem."

"Kok gak bareng? Berantem?"

"Engga kok,dia nungguin lo di dalem."

Mendengar jawaban Anya,Ryshaka langsung menghampiri gadis itu—merasa aneh jika Alkana menunggu nya di kelas.

"Lo bohong?" Tanya fattah

Anya menghela nafasnya kasar." Jadi gini, dia ama Yola lagi ada masalah kecil. So, gue gak mau berada satu di antara mereka."

"Masalah apa?" Tanya Fattah kepo. — genk yang selalu akur terasa aneh jika tiba-tiba saling jaga jarak begini.

"Lo kepo deh! Dah,yuk ah balik,"Anya berjalan meninggalkan Fattah yang masih berdiri di tempatnya.

Dia berjalan cepat mengejar Anya, " Anya gue serius"

"Gue juga serius Fat, mereka emang lagi ada masalah, besok juga baikan lagi. Tenang aja oke!" Anya menghentikan langkahnya.

Dia menatap Fattah yang masih diam menatap nya.

Ini mau adu tatap-tatapan?

Alisnya naik,Fattah masih diam tak bergeming.

"Lo mau jadi patung di sini?"

"Gue duluan," ucapnya lalu pergi.

Anya mengelus dadanya sabar, cowok seperti Fattah memang susah di mengerti.

Untuk ganteng.

***

Alkana turun dari motor Ryshaka lesuh, gadis itu tampak tak semangat. Sepanjang perjalanan pulang dia diam tidak berisik seperti biasanya.

"Kamu gak mau cerita sama aku?" Tanya Ryhsaka sambil membantu Alkana melepas helmnya.

Alkana memandang nya melas,"Teman-teman aku pada ngediemin aku Shaka.Yola,Anya,bahkan Fattah juga." Adunya manja.

"Gara-gara kejadian di kantin tadi ya?"

"Hemm maybe." Jawabnya malas. "Anya juga, tadi dia pulang berdua doang,aku di tinggalin di kelas masa," adu nya cemberut.

Kening Ryshaka mengkerut heran. Berati Anya bohong? Kenapa?

"Udah, kan ada aku. Nanti malem aku jemput kamu.Kita main mau gak?" Dia menyentuh lembut pipi Alkana.

"Mau donggg!!" jawabnya kembali ceria.

"Yaudah kamu istirahat,jam 7 aku jemput."

"Siap bos!" Alkana memberi hormat padanya.

Ryhsaka memalingkan wajahnya,mengerjap malu melihat wajah gadis itu. Terlalu lucu.

Alkana melambai kan tangannya ke arah Ryshaka,sebelum cowok itu pergi dari rumahnya.

"ASSALAMUALAIKUM BUNDAAA!" Teriak Alkana cempreng sambil berjalan memasuki rumah megah itu.

"WAALAIKUMSALAM KANA!" Balas Zahra tak kalah melengking.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALKANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang