[ discontinued ]
❛❛Gak mungkin lah dia suka sama gue, keliatan dia itu straight gak belok❛❛
Tentang Shin Yura yang straight, Bae Herlia yang ngakunya straight, dan berbagai banyak masalah lagi.
' Homo :: g×g :: tapi ada b×g juga.
' Bahasa kasar/ Non...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang gadis tengah memakai sepatunya dihalaman rumahnya. Ketika sudah selesai ia berniat berdiri, tapi. . .
Sebelum ia mendongak ke atas, gadis itu melihat sepasang sepatu. Pasti ini orang, tapi kenapa tidak permisi dahulu?
"Maaf cari si–siapa" tanya perempuanitu gugup takutnya yang didepan ini orang jahat.
Tanpa aba-aba, lelaki didepannya membuka masker dan topinya. Terlihatlah wajah jelas oknum tersebut.
Gadisitu terkejut ketika melihatnya, rasanya air matanya mau turun saja. Selama ini dia adalah sosok yang ia cari cari setelah menghilang beberapa tahun lamanya. Ia masih tidak percaya dengan kenyataan ini.
”Lu masih inget gue kan?” Dia rindu suara itu titik!.
”Ma-masihh. . .”Lalu gadisitu memeluk lelaki yang ada didepannya dengan erat.
"Lo kok disini?"
"Gak perlu tau gue ada dimana .gaada yang peduli juga!" Balas lelaki tersebut dengan nada sindirannya.
”Apa? Gaada yang peduli?. Ayah sama mamah khawatir pas kakak menghilang sampe sampe ayah koma kak. . .”
Lelaki itu hanya tersenyum miris, "Lu apa kabar?" Tanyanya again.
"Baik, kalo Lo?" Tanyanya balik.
"Yaa.. gitu dah. Lu jangan khawatirin gua, gua bisa jaga diri baik-baik"
"Kak lu kenapa gak pulang 4 tahun , gua kangen banget. Dikira gua lu udah matik.." lirihnya.
"HEH! Gue denger ya! Gue kesini bukan mau pulang asal tau aja"
"Ya maaf, Trs lu ngapain kesini? katanya gamau pulang, udah lu sana aja" usir gadis tersebut kesal karena dibentak oleh kakaknya.
"Tega banget sih lu sama adeknya sendiri!" Jawabnya tak kalah marah. "Yaudah cepetan Bagong, minta apaan!?" Sambungnya.
Lelaki itu mengeluarkan sebuah foto dari saku jaketnya dan langsung menunjukkan pada adiknya, saudarinya terkejut melihat foto yang ditunjuk oleh lelaki itu. ”Gua mau habisin dia” ucapnya yang membuat adiknya itu mengerutkan kening.
"Ke-kenapa dia?" Yang benar saja apa kakaknya sudah tidak waras mau membunuh orang.
"Karena, Gua benci sama DIA!" Ucap saudaranya itu sambil menekan kalimat terakhir.
"Lu satu sekolah kan!, Jadi lu bisa mata-matain dia!" Sambung lelaki itu dengan penuh emosi.
”Kenapa lu benci dia?!” adiknya masih tidak percaya.