pertemuan kedua

12 2 0
                                    

               Keesokan harinya aku kembali lagi bermain di taman dan berharap untuk dapat bertemu dengan sosok yang kemarin tak butuh waktu lama sosok tersebut datang kembali tentunya aku sangat bahagia aku langsung melambaikan tangan kepadanya dan mengejarnya "hai!mengapa kau tak menghampiriku?"ucap ku sambil menepuk pundak nya, dia menoleh"mengapa kau tak menungguku di sana?aku sedang membelikan mu ice krem"jawabnya lantas aku hanya tersenyum melihatnya lalu dia mengajak ku duduk di bangku taman

"Ini untuk mu ambil lah!kau suka ice krem kan"ucapnya, aku langsung mengambilnya dan memakannya lalu aku bertanya " dari mana kau tau kalau aku suka ice krem?" Tanyaku..dia menjawab "karna gigimu kebanyakan ompong" ucapnya sambil tertawa memegangi perutnya
Aku langsung marah dan menjitak kepalanya "aduuuh sakit tauk, kau tak punya hati kayaknya orang ganteng kek gini malah di jitak dasar kau singa betina" ucapnya sambil mengaduh kesakitan ."hahahhaha rasain kena batu nya kan kamu,enak aja gigi ku itu belum ada yang rusak apalagi ompong kau lihat niiii! Iiiiiiiiiiiiiii" ucap ku sambil memamerkan gigi ku yang putih dan bersih."husss nafas kau bau kayak comberan"ucapnya sambil berlari menjauhiku karena takut aku akan menjitak kepalanya kembali."woiiiiiii awas kau yaa kalau dapat aku langsung memotong mu kayak daging kurban" ucap ku sambil berlari mengejarnya.

Setelah main kejar kejaran kami langsung duduk kembali karena kelelahan lalu dia menyodorkan coklat kepadaku aku langsung mengambilnya dan memakannya, "hmmmm btw kau sedang ulang tahun ya?hari ini kau terlalu banyak memberiku makanan nantik aku kegemukan dan bulat kayak bola pimpong" ucap ku sambil memakan coklat tersebut."aku hanya ingin melihat mu bahagia dan tertawa itu saja"ucap nya sambil tersenyum manis kepadaku,lantas pipi ku langsung merah tomat karena mendengar perkataannya dia hanya tertawa terbahak bahak melihat ekspresiku.

"Btw namamu siapa?aku belum tau namamu?"
"Hmmm namaku Aksen,kau boleh memanggil ku aksen!kau?"
"Aku princes Raini kau boleh memanggil ku princes atau Rain!"ucap ku sambil cengengesan"
"Heleeh princes,no no and no aku akan memanggil mu Bakpau,karena pipi mu yang gembul dan cabiii" ucapnya sambil mencubit pipiku.
"Auuuuu sakit tauk,sekarang yang tak punya hati itu kau bukan aku" ucap ku sambil mengaduh kesakitan "hmmm kalau begitu aku akan memanggil mu price" sambil tersenyum manis
Dia hanya menganggukan kepala tanda setuju......
Lalu hujan turun dan kami bermain hujan kembali dengan bahagia:)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 09, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love in Mount RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang