__
Semilir angin berhembus melewati celah jendela kamar seorang gadis yang masih bergelut dengan selimut tebalnya.
Tampaknya tidak ada tanda-tanda si gadis untuk bangun dari tidur nyenyak nya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
Si gadis, Lalisa. Masih betah berlama-lama pada tempat ternyaman nya yaitu ranjang besar dengan kasur empuk dan lembut. Manusia mana sih yang akan menolak godaan tempat ternyaman seperti itu ditambah dengan selimut tebal yang hangat.
Ya, memang matahari sudah menampakkan sinarnya cukup terang tapi tetap saja hawa dingin lebih mendominasi, karena sekarang sudah memasuki musim dingin jadi wajar saja jika Lisa lebih memilih untuk tetap berada pada peradaban nya saat ini.
Rasanya Lisa tak ingin beranjak dari tempat tidur nya ingin terus seperti saat ini kembali merapatkan selimutnya dan pergi ke alam mimpi lagi, senang rasanya jika seperti itu.
Tetapi haluan tetap haluan tak akan jadi kenyataan. Contohnya seperti sekarang ini, saat Lisa kembali merapatkan matanya tiba-tiba sang ibu menerobos masuk ke dalam kamar nya ikut serta membawa suara yang kelewat bagus dan nada bicaranya bisa mengalahkan rapper dari idol K-Pop seperti Jennie Blakcpink atau Min Yoongi dari BTS.
Ibunya sangat multitalenta membuat gendang telinga Lisa seakan-akan akan meledak dan membuat kepalanya pusing seketika. Daripada ibunya terus mengoceh untuk membuat nya bangun, lebih baik Lisa menurut dan bangun walaupun ada rasa tak rela meninggalkan ranjangnya.
Kini Lisa tengah berada di ruang makan bersama ibunya yang tengah sibuk mempersiapkan sesuatu entah apa Lisa tak tahu dan tak ingin tahu yang jelas Lisa masih sangat mengantuk. Terbukti saat ini Lisa kembali menidurkan kepalanya diatas meja makan dengan kedua tangannya dilipat sebagai bantalan.
Ibu Lisa, Park Min Young. Terlihat sangat geram melihat putri semata wayangnya itu sulit sekali bangun. Maka ia menggebrak meja membuat Lisa terjungkit kaget dan hampir membuatnya terjengkang ke belakang.
Lisa mempoutkan bibirnya lucu dan sesekali mengelusi dadanya, sungguh Lisa kaget sekali. Dan tanpa berdosanya ibu Lisa tertawa melihat putrinya berwajah masam.
"Sudahlah, mom minta maaf. Habisnya kamu sih disuruh bangun malah malas-malasan" ujar ibu Lisa sambil menahan tawanya.
"Sebaiknya sekarang kamu sarapan setelah itu mandi bersihkan dirimu dan bantu mom ya" lanjut ibu Lisa karena Lisa masih diam tak bersuara.
Lisa mengerutkan keningnya bingung tidak biasanya ibunya membutuhkan bantuannya. Tapi yasudah lah karena mood Lisa di pagi hari sedang buruk maka yang Lisa lakukan hanya menuruti perintah ibunya tanpa bicara sedikit pun.
__
Kini Lisa sudah siap, sudah wangi, sudah bersih, sudah cantik dengan penampilan nya yang jauh lebih segar dan rasa kantuk nya tadi sudah hilang.
Lisa menghampiri ibunya yang sedang duduk manis di ruang tamu dengan tangannya sibuk membolak-balik kan majalah dipangkuan nya.
Lisa mengambil tempat duduk disebelah kiri ibunya, membuat sang ibu sedikit terkejut dengan kehadiran nya yang mendadak.
Lisa mulai menyerukan maksud dan tujuannya menghampiri ibu cantiknya dengan tersenyum, ternyata Lisa kembali mendapatkan moodnya yang sempat hilang.
Ibu Lisa tersenyum dan beranjak pergi ke arah dapur untuk mengambil sesuatu katanya. Setelah kembali dari dapur ibu Lisa menenteng satu bingkisan yang lumayan, tidak terlalu besar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Arranged Marriage || Lizkook
Romance[M] Perjodohan menjadi hal biasa bagi pengusaha. Mereka menjodohkan putra-putri mereka hanya untuk kesepakatan bekerja agar bisnis mereka berjalan dengan lancar. Tidak menginginkan kerugian besar dan hanya ingin keuntungan tanpa memperdulikan orang...