* Di kamar *
Hitsugaya melemparkan tubuhnya ke atas kasur. Ia memejamkan mata, tapi entah kenapa Ia teringat dengan kata2 gadis yang bernama Hinamori itu. Ia juga baru keingat sesuatu bahwa gadis tsb memberikan nomornya. ia langsung merogoh kantong seragamnya dan mengambil HP. Ia membuka kontak, tapi Ia ragu untuk menambahkan nomor tsb." Bodoh. " katanya sembari membuang kertas tersebut.
Ia pun mengambil komik disebelahnya dan membacanya.
pikirannya tak bisa fokus di komik tersebut. entah kenapa Ia merasa senang, tapi Ia juga ragu, apakah tidak apa-apa berteman dengannya, karena Ia tak mau orang lain terlibat dalam masalahnya apalagi dibenci orang sekitar karena berteman dengan dirinya. Ia menghela nafas dan berdiri dari kasurnya.Ia menuruni anak tangga,
" Mau kemana malam2 begini ?" tanya ibunya yang sedang menonton Tv di raung tamu." Cari udara segar." jawabnya dengan singkat dan langsung pergi meninggalkan Ibunya.
***
Ia berjalan tanpa tujuan dengan melihat sekitar. Ia mengamati semua orang yang sedang bersenang-senang ntah itu dengan keluarga ataupun teman. ntah kenapa Ia merasa kesepian.
Ia pun memutuskan kembali tapi tiba-tiba ada yang menghadangnya. seorang laki-laki dengan tinggi yang sama dengannya, rambut berwarna kuning dengan poninya menutupi satu matanya.
" Mau apalagi kau ? " Tanya Hitsugaya dengan meletakkan kedua tangannya di saku seragamnya.
" Yahh kau dingin seperti biasanya-"
" Mau balas dendam karena aku membuatmu masuk rumah sakit ?" Sela Hitsugaya yang membuat laki2 didepannya mencengkram kerahnya dan memukul wajahnya hingga memar. Tak terima dengan hal tersebut Hitsugaya juga langsung melayangkan tinju kepada laki2 tersebut.
terjadilah baku hantam antara mereka, hingga membuat orang2 disekitarnya melerainya.Hitsugayapun pergi dari tempat tersebut karena banyak orang yang melihatnya. Ia pun mengenakan topi hoodienya dan masker agar wajahnya agak tertutup.
* Toko penjualan komik *
Ia melihat komik-komik, karena komiknya telah habis. Ia berpikir tidak akan pulang terlebih dahulu karena takut membuat ibunya khawatir akibat memar yang ada di wajahnya.
" Hitsugaya ? " panggil seseorang yabg membuat
Hitsugaya langsung menoleh.
" Ngapain kau disini ? " Tanya gadis itu." Harusnya itu pertanyaanku, Kau malam-malam ngapain disini ? " Jawabnya.
" tentu saja membeli komik" jawabnya dengan tersenyum. tak salah lagi, Ia Hinamori.
Setelah itu Mereka saling bertatapan dan suasana menjadi canggung.
" Kau, apa kau sudah menyimoan nomorku ?" Tanya Hinamori.
Tidak ada jawaban dari laki2 tersebut Ia pun sudah tau jawabannya PASTI BELUM !. Hinamoripun menghela nafas dan menarik lengan laki-laki tersebut ke tempat duduk.
" Kalau Kau, tidak mau berteman denganku, aku tidak masalah kok, aku ga bakal membencimu, karena itu sudah hak mu. tapi aku sangat butuh nomormu untuk tugas kelompok ini, setelah tugas ini selesai kau boleh menghapusnya." Jelas Hinamori
" Kalau kau jadi temanku, hidupmu akan hancur. Kau bakal dijauhi oleh semuanya hanya karena aku. apa kau siap ? " tanya Hitsugaya dengan melipat kedua tangannya didepan dadanya.
" Aku tak masalah dengan hal itu, menurutku lebih baik memiliki satu teman yang selalu ada saat aku membutuhkan dan mengerti aku, dibandibgkan teman banyak tapi fake semua, dan kerja nya cuma membicarakan orang dari belakang." Jelas Hinamori dengan senyumannya yang khas.
Hitsugaya tertegun mendengarnya. " Lalu apa kau yakin bahwa Aku orang yang tepat menjadi temanmu ?" tanya Hitsugaya.
" Aku yakin. Ntahlah tapi perasaanku mengatakan sebenarnya kau orang yang baik, cuma lingkunganmu saja yang membuatmu seperti ini. " jawab Hinamori dengan tersenyum, yang membuat Hitsugaya tersenyum tipis.
Disebelah mereka, ada orang yang memerhatikan dari jauh, lalu memotret mereka dan pergi menjauh sebelum ketawan. Tak salah lagi Ia adalah laki2 yang baru saja baku hantam dengan Hitsugaya. Laki tersebut bernama Kira.
" Oh ngomong-ngomong kenapa kau menutupi wajahmu ?" tanya Hinamori
" Udahlah, kalo gitu aku pulang. "
* didepan toko komik *
" kenapa Kau disini ? katanya mau pulang ?"" Aku antar kau dulu , cepat tunjukin jalannya."
Hinamoripun menujukkan jalannya, dan merekapun berjalan berdampingan.
***
sesampainya di rumah Hinamori
" makasih ya." ucap Hinamori yang dibalas anggukan oleh Hitsugaya dan meninggalkannya.* Di kamar *
Hitsugaya langsung mengambil Hp nya.<pesan>
Hitsugaya : kita bahas tugas disini, setelah selesai aku akan hapus nomormu.
Hinamori yang baru saja selesai mandi melihat notifikasi Hpnya dan langsung membacanya. Ia tersenyum melihat notif tersebut dan dengan cepat membalasnya.
Hinamori : Oke !

KAMU SEDANG MEMBACA
Love story
Romansakisah cinta seorang lelaki...... ia berjuang untuk mendapatkannya..... berjuang untuk melindunginya......