Pria-i

14 0 0
                                    

Pria itu mulai gondrong dan bingung, isi kepalanya sudah dipenuhi kenangan,
kumis nya sudah lebat sudah harus dipotong cepat cepat sebelum melumut berlumut juga mimpi mimpinya,
waktu hampir menunjukan tengah malam tapi matanya masih segar dan sehat mungkin kopinya mujarab atau sudah akrab dengan gelap sampai tidak mau pergi maunya bersepi sepi sampai lupa waktu sampai lupa mimpi
Di bakarnya rokok yang dari tadi dicuekin sambil bergumam :

"Terimakasih diri sendiri sudah sebaik ini mencintai dirinya sendiri."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 24, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARSANTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang