Chapter 1

254 11 2
                                    

Jangan lupa vommen

Happy reading..
.
.
.
.
.

Adel gadis itu terus bergerak gelisah ditempat tidurnya

"Dean jahat, Putri gak mau ditinggal Dean"

"Dean gak sayang Putri"

"Dean jangan tinggalin Putri"

"Deaaaaan" teriak Adel

Adel langsung terbangun dengan keringat didahi dan air mata yang entah sejak kapan keluar dari kelopaknya.

mimpi itu lagi -batin Adel

Tidak ingin larut dalam kesedihan akibat mimpi itu Adel memutuskan untuk mandi karna jam sudah menunjukkan pukul lima.

Hari ini adalah hari pertamanya memulai sekolah disekolah barunya, dan mungkin juga awal dari kehidupan barunya.

Setelah melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim kini Adel sedang berada didepan cermin memperlihatkan dirinya dengan seragam sekolah.

"Lo bisa!" Tunjuk pada bayangannya dicermin, kemudian bergegas turun untuk sarapan

Disana sudah ada Maya mamanya, ia turut duduk dan menikmati sarapannya dengan tenang

"Adel berangkat" pamit Adel dan menyalimi Maya

"Ia hati-hati yah sayang bawa mobilnya!" Pesan Maya Adel hanya mengangguk

Setelah berpamitan Adel memasuki mobilnya dan melajukan kesekolah barunya

Menempuh perjalanan sekitar 20 menitan kini Adel sudah sampai sekolah, Adel keluar dari mobilnya dan beberapa murid yang baru sampai menatapnya

Adel melangkahkan kakinya dikoridor sekolah dan disambut dengan berbagai tatapan, mungkin kagum? Atau iri? Yah maklum Adel kan cantik hehehe

Mungkin karna gue anak baru kali, fikirnya

Adel dengan sifatnya tetap memasang muka datar dan sedingin mungkin ia bersikap bodoamat, melanjutkan langkahnya mencari ruang kepala sekolah

"Anak baru yah?" Ucap seseorang dari belakang Adel

Reflek Adel memberhentikan langkahnya dan menoleh kebelakang

Ia melihat cowok dengan kacamata yang bertengger di hidungnya tapi tidak terlihat cupu malah terkesan tampan mungkin?

Lama menatap cowok itu sebenarnya tadi Adel sedikit kaget tapi ia langsung mengubah ekspresinya menjadi seperti biasa.

Adel hanya merespon pertanyaan cowok itu dengan anggukan

"Oh yaudah ayo gue anterin keruang kepala sekolah" ucap cowok itu kemudian berjalan lebih dulu

Adel hanya mengikuti langkah cowok itu, sampai langkah mereka berhenti didepan pintu yang diatasnya tertulis R. Kepala sekolah

"Kenalin gue Dito, Ardito Arkan Wijaya" ucapnya mengulurkan tangan

Adel menatap tangan cowok yang bernama Dito itu, dan langsung memasuki ruang kepala sekolah

Dito yang merasa diabaikan menarik kembali tangannya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Cuek banget tapi kok mukanya kayak gak asing gitu yah- batinnya, Dito mengedikkan bahunya dan berjalan dengan mengayunkan tangannya

*****

Sesampainya dikelas Dito langsung duduk dibangku paling belakang alasannya duduk disana simple kalau ia bosan belajar dia bisa tidur tanpa diketahui guru

PrinkipissaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang