Oleh : Ade Irvianti
Dulu pahlawan ditodong beribu senjata
Namun, ia tetap membela tanah air kita
Dulu pahlawan demi kita ia rela menderita
Dulu juga, nenek moyang kami tak gentar dengan senjataNak, sekarang banyak yang pintar namun ia buta
Ada pula orang bodoh yang bahagia
Kamu bisa pintar dan bahagia sekaligus jika tak tergoda harta dan tahtaBerjuang sampai lelah
Tanah airmu sedang gundah
Pikul luka yang telah mendarahPemalang, 12 Agustus 2020
