(4)NO MORE DREAM

311 26 5
                                        

Langit terlihat begitu cerah seperti biasanya, cahaya terang menyinari seluruh penjuru bumi dengan kehangatan yang tak terduakan
Angin sepoy sepoy bertiup menerbangkan dedaunan gugur di seluruh jalan setapak

Seorang pria berperawakan tampan berjalan menyusuri jalan setapak menendang nendang dedaunan gugur disana, senyuman secerah mentari tersungging cerah di balik maskernya.
Sesekali bersenandung riang mengikuti alunan musik kesukaan yang di ingatnya.

Matanya mengerlap cerah membayangkan senyuman indah milik seseorang yang di sayanginya dalam pikirannya, tak terasa tempat yang di tujunya tepat berada di depan mata.

Bangunan 3 tingkat berwarna kuning dengan spanduk besar bertulis kan rumah sakit jiwa terlihat megah di penglihatannya

Tak sabar melihat sosok yang di nanti nantinya pria tersebut pun segera memasuki bangunan, berjalan ke meja rujuk untuk meminta izin pertemuan, setelahnya pria tersebut terus berjalan mengikuti koridor-koridor yang telah iya hafal betul,

Beberapa kamar terlihat sunyi tak di pungkiri juga,ada beberapa kamar yang sedikit bising, perawat² kesana kemari dengan pasiennya masing masing, suasana ini menurutnya sudah sangat biasa,

Tak terasa dirinya sampai didepan pintu kayu berwarna coklat kehitaman dengan nama seseorang yang selama ini iya rindukan,

"Jung jiwoo" pria tersebut membacanya tanpa sadar,

Tok tok tok

Tak ada jawaban, ini sudah sering terjadi, dirinya pun membuka pintu tersebut secara perlahan dan mulai memasuki ruangan bernuansa putih tersebut,

Terlihat wanita berambut panjang ikal memunggungi nya sambari memandangi pemandangan kota dari sebuah jendela kaca,

Pria tersebut berjalan mendekat kearah wanita tersebut lalu menyentuh bahunya,

"Noona" ucapnya,setelahnya wanita tersebut berbalik menghadap pria tersebut dengan senyum sumringah khas miliknya,

"Hoseok?! Noona rindu sekali pada mu, kenapa kau baru datang sekarang"ucap nya dan langsung menghambur ke pelukan pria tersebut, pria yang di panggil hoseok tersebut balik memeluk tak kala eratnya, senyuman di balik maskernya semakin terangkat membentuk lesung pipi kecil di sana,

" Aku juga rindu dengan noona, maaf akhir akhir ini aku banyak pekerjaan di kantor,aku janji akan lebih sering mengunjungi noona" dusta nya,

Tak tega melihat kekecewaan saudari nya kala mengetahui status satu satunya saudara yang dimiliki nya, hoseok merasa sangat tak berguna

"Kapan oemma datang menjemput noona?" Tanya sembari melepaskan pelukannya,
"Secepatnya, oemma masi berada di luar negeri,kita harus bersabar" dustanya lagi, nyatanya oemma telah lama tewas di tangan noona nya sendiri,

Tetapi itu bukan alasan dirinya untuk harus membenci noonanya,dia sadar noonanya telah lama memendam emosinya pada sang oemma, ingatan ingatan penyiksaan yang di lakukan oleh sang oemma membuat nya depresi dan jatuh dengan gangguan mental seperti sekarang,

Tidak,dia tidak membenci noonanya ataupun oemmanya, tapi appa, sosok yang seharusnya berada di samping keluarganya dan menjadi pemimpin yang baik justru pergi mentelantarkan keluarganya hanya untuk sosok wanita lain yang tak lebih dari seorang jalang,

Mengingat nya membuat mood hoseok menjadi memburuk, tetapi dia tidak boleh memnunjukannya di depan satu satunya keluarga di depannya ini.

"Noona,liat!, Aku membawakan mu buah strawberry dan apel lagi,buah kesukaan mu" ucapnya mengangkat keranjang buah yang di bawanya sedari tadi dengan senyuman manis khas miliknya,

Melihatnya membuat jiwoo kegirangan dan melompat lompat tak karuan, berlari mengelilingi ruangan sembari meneriaki hal yang sama,

"Jiwoo senang,jiwoo senang,jiwo senaaaaang sekali!" Pekiknya sembil berlari kesana kemari,
Melihat senyuman Sang kakak membuat hoseok terkekeh ringan, melihat senyuman saudarinya itu membuat mood nya kembali membaik,

Berjalan ringan kearah ranjang berwarna merah muda disana dan mendudukan bokongnya di empuk nya kasur berukuran singel size tersebut,

Dengan telaten dirinya mengupasi buah apel di tangannya satu persatu dengan pisau buah yang ia bawa dari rumah, sementara jiwoo hanya memperhatikan nya di atas ranjang dengan kaki bersila,

Suasana sangat sunyi, hanya ada suara pecakan unyahan dari jiwoo yang sedang memakan strawberry di atas ranjang,

"Nah sudah, ayo makan, biar aku suapi" ucap hoseok sembari menyodorkan potongan² buah satu persatu dan di lahap dengan semangat oleh sang noona.

****

"Keadaan kota soul semakin berbahaya, keberadaan dynamite menjadi ancaman warga, secepatnya kita harus menuntas kan masalah ini,
Mulai dari detik ini aku,
park Chanyeol selaku ketua direktur kepolisian merekrut kalian bertujuh sebagai unit khusus yang bertugas menuntaskan masalah ini,
Korbankan nyawa kalian demi kedamaian negara,kalian siap?"

"SIAP!"

****

"Cih"
Yoongi berdecih kala mendengar berita yang ia dengarkan dari radio ilegal,

Berkutak katik dengan ponselnya,yoongi mulai mengirimkan pesan kepada semua anggota melalu grup chat nya, tak berapalama anggota dynamite mulai datang satu persatu,

"Ada apa ini?" Tanya namjoon selaku sang leader.
"Aku bahkan masi belum tertidur sepenuhnya, kapan aku bisa tidur" keluh hoseok ikut menimpali dan di angguki oleh yang lainnya.

"Dengarkan ini" setelahnya yoongi langsung menekan tombol enter pada keyboard nya dan setelahnya terputar lah suara suara yang berasal dari speaker di ruangan tersebut

"Kurasa keberadaan kita telah menggaggu mereka" ucap jungkook sambil bersedekap,

"Sejak awal keberadaan kita memang ancaman bagi mereka,
Kalian harus lebih berhati hati,
Jangan ceroboh ataupun bertindak gegabah, jangan terlalu sering bersama, justru itu yang dapat membuat kita terlihat mencurigakan"
Tutur namjoon menjelaskan,

"Aku bagi tugas untuk kalian masing masing" ucap namjoon sembari menatap setiap anggota dengan seksama,

"Yoongi hyeong, tugas mu mencari tahu semua biodata anggota kepolisian tadi, jin hyeong aku mengandalkan mu untuk membuat semua yang kau bisa, Hoseok tugas mu pergilah ke bangunan tua tempat aku jungkook dan Taehyung kemarin, tolong cermati semua ruangan di sana dan buat sketsa nya, jungkook,jimin, dan taehyung,kalian berlatih di rumah lebih keras,kalian harus meningkatkan daya tarung kalian, jangan keluar dari rumah jika tidak diperlukan, aku akan terbang Ke cina selama seminggu mulai besok,dan jangan membantah" jelas namjoon panjang lebar, aura berwibawanya menguar dari dalam diri nya, semua diam mencerna semua perkataan sang leader tadi,

"Ahh baiklah,aku akan mulai memeriksanya dari sekarang, dah" ucap hoseok lalu mulai melangkahkan langkah nya keluar dari ruangan,

"Aku juga, aku akan keluar sebentar untuk mencari bahan bahan tambahan " setelahnya seokjin juga mulai melangkah pergi dari dalam ruangan,

"Hmmm akan ku cari biodatanya " yoongi pun mulai berkutik dengan komputer² di depannya

"Baiklah kalian bertiga, cepat tidur, aku tidak mau mendengar keluhan kalian saat latihan karna mengantuk!" Tegas namjoon, setelahnya ketiganya langsung saja keluar dari dalam ruangan menuju kamar miliknya masing masing,

"Bendera perang telah di kibarkan"

****

TBC

(Bagaimana perasaan kalian?, Siap gk kalian kalau baca ff yang harus memihak tim antagonis, wkwkw)

Next mas agus bakal nunjukin biodata² nya, hayooo siapa yang penasaran,

Di tunggu ya next chapter nya,

Jangan lupa vote, comend, and share✨✨💜

Selamat debut juga untuk artis baru bighit

Sebenarnya hampir mau bikin kak jiwoo ini stress karna di tinggalin suami nya, tapi berhubung bentar lagi kak jiwoo bakal nikah, gajadi deh, buat jaga jaga aja hehe

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 21, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DYNAMITE PROJECT SEVENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang