~~~~~~~~~~~~~~~~ Setelahnya~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" jadi, siapa yang menang?"
Nanara, yang baru kembali ke mansion menjawab bahwa itu tidak menyenangkan. Kakashi kembali pada buku yang sedang ia baca. Seperti yag kakashi katakan, tentara timur menang. Tentu saja itu terjadi : hanya ada 2 pilihan : timur atau barat, Nanara berpikir dia menebak benar secara kebetulan. Nanara mengganti pakainnya yg terkena lumpur dan mebantu menyiapkan makanan dan mengaduk makan siang. Sorenya, dia ingin bermain dengan sumure yang baru saja pulang dari menunggang kuda.
" Kakashi, aku tidak mau datang kelas sore! Kamu tidak dapat memerintahku!" nanara berlari keluar. Sumure, yang sedang mengurus kudanya terkejut melihat nanare menghampirinya.
" aku ragu untung datang kemari, tapi aku pikir aku harus datang. Bagaimana gurumu yang baru?"
"Dia orang yang tinggi. Setengah bagian bawah wajahnya tertutup, jadi sepertinya keren. Tapi itu hanya wajahnya. Dia orang yang membosankan, dia tidak tahu apa-apa tentang Hokage Keenam "
Nanara membawa kuda-kuda itu ke dataran di barat daya desa. Seekor elang macan tutul terbang di samping kuda yang mulai berlari, yang merupakan garis keturunan elang raja yang telah dipelihara oleh generasi-generasi berikutnya. Peran elang adalah untuk membawa pesan raja ke desa setempat, dan dia dibawa ke desa bersama dengan Nanara sehingga mereka dapat berinteraksi dengan ibu kota. Namun, belum ada yang menerima surat, dan Nanara tidak bisa menulisnya.
"sumure, ayo kita ke hutan!"
" Bagus, aku merasa seperti aku bisa mengambil cabang yang baik hari ini!"
Mereka menarik tali kekang kuda dan berlari di melewati lapangan dan memasuki hutan. Mereka melewati pepohonan dan melintasi aliran pencairan salju yang ada di sana-sini. Nanara senang melihat daun-daun muda bertunas di puncak pohon. Saat itu musim semi. Kuda Sumure menggelengkan hidungnya.
"Kami baru saja melahirkan anak kuda (kuda muda), dan ayahku membolehkanku memberinya nama yang aku suka. Nanara, apa km punya ide ? "
" Bagaimana dengan pakkun?"
" ini kuda bukan anjing!" kuda sumure menggelengkan hidungnya lagi. " kuda ini pilek" sumure langsung meihat ke hidung kudanya. Setelah itu tiba- tiba, kuda tersebut menggoyangkan kakinya dengan semangat. Dia menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri. Kuda itu mengamuk seolah- olah dia mencoba melarikan diri.
" oh apa, kenapa, stop!" sumure menari tali kekangnya tetapi kuda itu belum juga tenang.
Sumure menarik tali dan menempel kekleher kuda itu. Dalm keadaan ini, hanya tinggal menunggu waktu sebelum dia terlempar.
" hey, tenanglah!" itulah yang nanara katakan pada kudanya. Kuda itu berbalik ke arah Nanara sambil mengamuk, mengangkat kaki depannya.
" Nanara! Bahaya!" tendangan dari kaki kuda tersebut menuju kepala nanara. Setelahnya Nanara merasakan terpaan angin yang pendek dan kuat di samping tubuhnya. Rasanya tajam seperti pisau, dan tubuh kecil Nanara terhempas sementara garis leher jaketnya tersangkut di atas dahan pohon. Ketika dia mengira dia digantung sejenak, dia melepas jaketnya dan wajahnya membentur ke tanah. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Ketika dia mengangkat tubuhnya sambil menggelengkan kepalanya yang pusing, Kakashi menenangkan kuda itu dengan menahan tangannya di atas hidung kuda yang sebelumnya mengamuk.
" Nanara, apa kamu baik- baik saja?" seluruh wajahnya sakit, tapi berkat terpaan angin tersebut. Nanara tidak terluka.
" kakashi, kenapa kamu disini?"
" aku sedang berjalan dan kebetulan kemari kakashi melihat ke belakang ke arah sumure yang sedang mengelus kudanya. " apakah anak ini tinggal dirumahmu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kakashi Retsuden
Fantasy©Mashashi kishimoto ©https://nite-baron.tumblr.com/ NB : Terjemahan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan oleh author sendiri mohon maaf jika ada kesalahan pada penerjemahan have fun to reading
