Andai kata...
"Yasmiiiin!" Panggil seseorang dari kejauhan.
Perempuan yang merasa namanya dipanggil pun menoleh, menelusuri sumber suara. Karena tak menemukan, ia mengalihkan pandangannya kembali.
Sreeetttt...
Seorang lelaki meraih tangannya, dan membalikkan tubuh gadis berbaju krem itu hingga posisi mereka berhadapan.
Dia memandangnya tak berkedip. Tanpa terasa air matanya sudah tak terbendung lagi. Berkali-kali dia menyebut nama gadis itu, lagi dan lagi.
"Maafkan aku Yasmin, maaf..."
"....aku benar-benar brengsek"
Gadis itu tetap bersikap tenang dan menarik napas sebelum akhirnya berbicara.
"Gar? Lo kenapa?"
"Maafin aku Yas" ucap lirih lelaki bernama Edgar.
"Lo gak salah apa-apa, ngapain minta maaf"
"I love this red daisy"
Gadis itu berkaca-kaca menatap lelaki dihadapannya. Setelah sekian lama ia memendam perasaan kepada lelaki tersebut, akhirnya rasa itu terbalaskan.
Namun, akankah Yasmine bersedia membuka hatinya kembali setelah sekian lama terkunci?
