Chapter 18 Mugen Train (2)

1K 123 1
                                        

Setelah keluar dari kotak kayu, Nezuko kaget karena pemandangan yang dia lihat sama yang dilihat Himeko tadi. Dia melirik ke segala arah melihat apa yang terjadi. Semua temannya tertidur pulas dengan tali yang ada di pergelangan tangannya. Saat Nezuko menoleh ke arah Tanjirou, dia benar-benar panik karena tubuh kakaknya yang begitu gemetaran disertai keringat dingin. Nezuko menghampiri kakaknya, setelah itu dia mengguncangkan tubuh Tanjirou. Tapi nihil Tanjiraou tidak kunjung bangun. Nezuko semakin khawatir, matanya berkaca-kaca melihat Tanjirou.

"Mmmm.... (Onii-san bangun)."ucap Nezuko yang sudah menetes air matanya.

...

Seorang laki-laki terbangun dari tidurnya, dia mengucek-ngucek matanya sambil memfokuskan pengelihatan nya. Laki-laki itu terkejut, dia langsung berdiri dan matanya melihat sekitar. Pasalnya dia sekarang berada di hutan dengan tumpukan salju di sekitarnya bukan berada di dalam kereta bersama adiknya dan temannya. Laki-laki itu tahu tempat sekarang berada, dia berlari dengan cepat untuk melihat sesuatu.

"Onii-san, selamat datang!"ucap Takeo.

"Apa Onii-san menjual semua arangnya?"ucap Hanako.

Laki-laki yang di panggil Onii-san berhenti dan terkejut, pasalnya yang memanggilnya itu adalah kedua adiknya. Air matanya keluar dari kelopak matanya, setelah itu dia menghapus air matanya dan langsung segera berlari lagi menghampiri kedua adiknya setelah itu memeluknya dengan erat. Kedua adiknya bingung dan memandang aneh pun langsung ikut memeluk kakaknya itu. Pelukan pun semakin erat, air mata yang sudah di hapus keluar kembali dengan deras dari kelopak matanya. Kedua belah bibir kakaknya tidak henti mengucapkan kata maaf sambil menangis. Pelukan pun melonggar, kedua adiknya menghapus air mata kakaknya, setelah itu adiknya mengajak kakak nya untuk pulang.

Sesampainya di rumah, ibunya menghampiri laki-laki itu dan tangan ibunya mengusap-usap rambut merah milik laki-laki itu. Kedua tangan lembutnya beralih ke pipi, setelah itu mencubit dengan pelan dan menepuk pelan kedua pipi laki-laki itu.

"Sebaiknya kamu beristirahat saja dan jangan paksakan dirimu Tanjirou-kun."ucap ibunya sambil tersenyum.

Laki-laki yang dipanggil Tanjirou mengangguk pelan dan membalas senyuman ibunya.

Di dalam kereta, seorang anak perempuan berlari tengah mencari sesuatu. Wajah anak itu menampakkan raut frustasi dengan sebuah benda tajam seperti paku pahat yang dia genggam di tangan kanannya. Tangan sebelah kiri nya menyusuri dinding yang sudah berubah menjadi segumpal daging dengan mantap dia menancapkan pisaunya tersebut dengan raut wajah yang sudah berubah menjadi marah. Anehnya segumpal daging itu bisa ditebas dengan sebuah benda tajam itu.

Anak perempuan tersebut sudah menemukan apa yang dia cari. Dia berjalan menuju Himeko berada.

Himeko yang menyadari kehadiran seseorang, dia menengok sebentar ternyata anak perempuan lagi dengan membawa sebuah benda tajam dan setelah itu kembali lagi ke aktivitas semula yaitu melonggarkan cengkraman Rengoku dari anak perempuan itu.

Anak perempuan tersebut terus berjalan mengarah Himeko, dengan menggenggam erat paku pahatnya . Saat ingin menusuk Himeko dengan benda tajam itu, tubuh nya tiba-tiba lemas dan jatuh pingsan.

"Ritsu."ucap Himeko.

Orang yang berhasil membantu Himeko dari anak perempuan pingsan itu adalah Ritsu.

Di luar atas kereta uap, laki-laki oni itu tersenyum puas menyaksikan pemandangan di dalam. Dia tahu bahwa seorang perempuan yang sudah sadar dari jurus iblis nya dan dia juga tahu bahwa seseorang sadar dan tengah mencoba untuk bangun dari jurus iblis nya. Laki-laki oni itu adalah Enmu, sang iblis bulan bawah yang mempunyai kemampuan untuk membunuh lawannya dalam mimpi.

Kimetsu No Yaiba : Ishimoto no bōken II DicontinuedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang