Muzan pov
Kami sudah sampai di dimension
Aku melihat y/n sedang tidur
'Imut' itulah kata kata yang ada dalam benakku
Karna bosan aku mamainkan pipinya yg, chubby
'Imut, lembut, seperti kapas'
"Emmm"tampa sadar y/n bangun dari tidurnya, dan aku melepaskan tanganku dari pipinya yang sangat lembut itu
"Hallo muzan"sapanya pada ku
"Hallo y/n, bagaimana tidurmu?"tanya ku
"Cukup baik, tadi ada yang mencubit pipiku makanya aku terbangun"kata y/n dengan senyuman yang cukup misterius, itu cukup membuat ku gugup
"Mau tidur lagi?"
"Iya, aku lumayan mengantuk setelah kejar kejaran waktu itu"katanya sambil menggosok matanya
"Tidur saja di pangkuanku"kataku
"T-tidak usah"tolaknya, entah mengapa aku ingin memaksanya tidur di pangkuanku
"Tidak ada penolakan"titah ku, aku tau ini agak memaksa, tapi tidak ada cara lain untuk merubahnya menjadi iblis
"Baiklah"akhirnya y/n tidur di pangkuanku
Setelah sudah sekitar 20 menit y/n tertidur aku putuskan untuk memasukkan darahku ke mulutnya
Aku mendengar dia berteriak kesakitan
'Maafkan aku y/n, ini adalah satu satunya cara agar kita bisa hidup abadi selamanya'batinku
Dan y/n pun pingsan
Muzan pov end
Y/n pov
Skip setelah menjadi iblis
'A-aku iblis"ucapku tidak percaya
"Kau sudah sadar?"kata seseorang yang tidak ingin ku temui saat ini
"Iya"jawab ku ketus
"Kenapa, kau marah?" Tanya muzan padaku
"Tentu"
Dan dia menghela nafas kasar
"Aku melakukan semua ini agar hidup abadi bersamamu" Dan muzan memeluk ku
'Sebenarnya aku ingin hidup selamanya bersamamu tapi dengan merubah ku menjadi iblis, rasanya aku tidak mau hidup lagi'batin ku
"Jangan berkata seperti itu y/n, aku jadi sedih jika kau mengatakan itu"kata muzan yang sedang memelukku
"Kau bisa membaca pikiran ku?" Tanya ku, jujur aku penasaran
"Bukan bisa membaca pikiranmu saja, aku bisa membaca seluruh pikiran iblis"kata muzan
"Ooo begitu, tapi bisa tidak pelukannya di lepas dulu, sesak loh peluk terus"
Lalu muzan melepaskan pelukannya
"Aku minta maaf jika aku tiba tiba merubahmu menjadi iblis, aku paham kau belum terbiasa dengan ini"katanya dengan wajah sedih
'Kawaii!!'
"Iya tidak apa apa kok"kataku senyum
Y/n pov end
Author pov
"Y/n"panggil muzan
Dan y/n hanya menoleh, y/n lebih fokus ke bukunya
Muzan pun terpaksa menghampiri y/n yang sedang membaca buku
"Y/n, kenapa mengacuhkanku,apa sebenarnya kau masih marah?"
"Aku tidak mengacuhkanmu muzan,aku hanya fokus pada buku ini"jawab y/n
Dan muzan yang merasa di acuhkan tiba tiba berdiri di hadapan y/n, wajah mereka dekan sangat dekat sampai bibir mereka hampir menyatu
"Kau itu kenapa sih"tanya y/n kesal karna kencan dengan bukunya di ganggu
"Aku hanya kesal karna kau lebih fokus ke buku dari pada diriku"kata muzan cemberut
"Astaga tingkahmu seperti anak kecil saja"
"Aku hanya bertingkah seperti ini hanya di hadapan mu"dan wajah y/n ngeblus seketika
"Wajah mu yang memerah emang sangat imut, dan bibirmu itu membuat ku tidak tahan untuk segera mencium mu"
Dan wajah y/n memerah seperti tomat lebih malahan
"A-apaan sih, baka!!!!"kata y/n kesal dan malu
"Aku mengatakan yang sejujurnya loh"kata muzan dengan wajah watados
"Sudah lah aku malas berdebat dengan mu muzan, aku lebih mending kencan sama buku ku"
"Oh iya, aku membawa darah manusia untukmu"kata muzan menyerahkan gelas berisi darah langkah tersebut
"Aku tidak mau"jawab y/n yang masih setia kencan sama bukunya
"Coba dulu"terpaksa muzan memasukkan darah itu ke mulut y/n
Dan rasanya
"Enak"kata y/n kagum
"Tentu saja enak"kata muzan yang juga meminum darah langkah itu
"Ngomong ngomong, ini darah langkah?, aromanya sangat manis"tanya y/n penasaran, super duper penasaran
"Ternyata kau pintar ya"ucap muzan memuji y/n
"Iya jelas, orang aku baca buku tiap hari, malahan sampai tidak tidur semalaman"
"Lain kali, jangan baca buku sampai begadang"kata muzan menasehati
"Emang kenapa?"tanya y/n sambil memiringkan kepalanya
"Turuti saja"kata muzan yang berhasil membuat y/n kesal
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
udah di gantung dulu cem jemuran
Udah capek tangan
Oh iya kalau ada tulisan yang salah mohon di maafkan keyboard nya minta di banting
Di vote dan komen ya
(^_^♪)
KAMU SEDANG MEMBACA
kimetsu no yaiba Muzan X Reader
Fantasykali ini Juni mau bikin cerita baru Juni kali ini bikin cerita...... kimetsu no yaiba muzanxreader kenapa Juni buat kyn ini ceritanya tentang muzanx reader karena muzan husbu no 1 Juni semoga kalian suka sama cerita ini ya jangan lupa di vote ya ...
