Eum, namaku Fatimah Yuukina. Anak gadis asli Ranah Minang, Sumatera Barat. Sekarang aku sedang kuliah di salah satu universitas ternama di Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Dan tahun ini merupakan tahun terakhirku setelah magang di sebuah rumah sakit di Bogor. Ah iya aku merupakan mahasiswi jurusan kedokteran. Kali ini aku akan menceritakan kisahku semoga menginspirasi para jomblo diluar sana
Setelah resmi menyandang gelar dokter, aku dipanggil ke ruangan dosen pembimbingku secara pribadi. Sesaat setelah duduk, dosenku itu menawarkan secangkir teh sebagai pembuka kata-katanya. Terlarut dalam keheningan, dosen itu malah menyerahkan sebuah amplop putih yang sudah dibuka segelnya. Aku mengernyitkan alis bingung. Tapi dosen itu malah tersenyum lembut dan menyuruhku membaca isinya. Dengan keraguan aku mengambil isi amplop itu dan membacanya. Ada 2 bahasa dalam amplop itu. Yang pertama bahasa internasional yaitu English dan satu lagi tulisan yang cukup akrab denganku. Kanji, atau tulisan lanjutan bahasa jepang.
Aku penasaran banget malah, dengan fasih aku berusaha memahami yang bahasa jepangnya terlebih dahulu. Ternyata ada gunanya juga aku belajar bahasa jepang saat SMA dulu :'). Aku sangat-sangat terkejut saat membaca bagian yang menerangkan aku mendapatkan beasiswa S2 ke salah satu universitas terkenal di Jepang, Nagoya University. Sontak aku terkejut. Melihat ekspresi terkejutku itu, dosenku malah tersenyum lembut. Masih belum percaya aku juga membaca versi bahasa inggrisnya. Dan bacaannya masih sama
" Pak ini maksudnya saya..." mataku sudah berkaca-kaca. Mendapatkan 2 kejutan menyenangkan hari ini sungguh membuatku ingin menangis. Lagi dosen itu tersenyum
" Iya,kamu mendapatkan beasiswa kesana, bukankah itu salah satu kampus impianmu?" Tanya retoris dosen itu. Memang benar sih
" Iya Pak, tapi bagaimana bisa?" aku bertanya kebingungan
" Bapak tau kamu sangat ingin kesana, juga bagaimana tatapan iri-mu kepada anak-anak teknik yang mendapat kesempatan pertukaran pelajar ke Universitas Teknologi Tokyo, khekhekhe" ucap Pak dosen itu disertai kekehan kecil diakhirnya. Aku merasakan pipiku memanas menahan malu. Memang aku sempat iri dengan anak teknologi yang mendapatkan kesempatan pergi ke Jepang, apalagi dalam study.
" Hehehe, iya sih pak tapi..." aku kembali murung saat memikirkan..
"Orang tuamu? Ah mereka setuju walaupun dengan beberapa bujukan dari kampus kita. Kau sangat mengenal orang tua mu bukan. Mereka sangat sulit melepas anak gadis mereka satu-satunya ke negri nan jauh seperti jepang. Tapi syukurlah orang tua mu mengerti akan keinginan mu" detik itu juga setelah kalimat itu aku merasakan liquid bening mengalir dari mataku. Ah aku menangis bahagia
"Pak terimakasih, terimakasih banyak aku... aku..." tapi sialnya aku malah kehilangan kata-kataku. Dosen itu tetap tersenyum kemudian menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan beasiswaku.
" Kamu harusnya menyelesaikan S2 bidang khususmu selama 2 tahun disana. Juga kamu bukan tinggal sendiri melainkan dirumah keluarga yang akan membantu segala kebutuhan kamu disana. Mereka orang-orang baik, kamu akan dijemput dibandara nantinya. Waktu kamu sampai keberangkatan adalah 2 bulan dari sekarang, Bapak harap kamu bisa menjadi dokter dan mahasiswa yang baik disana" jelasnya. Aku hanya mengangguk setuju dan izin keluar ruangan setelah mengucapkan banyak terimakasih.
Teman-temanku sesama dokter ternyata menungguku diluar dengan raut wajah cemas. Mereka Andi, Rangga, dan Syafila.
"Yuu, kau tak apa kan?? Kau ada masalah? Atau apa Yuu?? Dan kenapa kau sangat lama didalam??" aku terkekeh melihat Fila yang begitu panik
" Aku tak papa, malah aku ada kabar bagus!" seruku sambil memperlihatkan amplop putih tadi. Ketiga sahabatku itu mengernyit heran. Aku pun membukanya dan menerjemahkan isi surat itu
" Jadi.. kau..." Andi nampak paling kaget diantara mereka.
"Iyaaaaa aku akan ke Jepang!!" Syafila langsung memelukku dengan senang dan gemas tapi juga dengan air mata yang tampak tak rela melepasku pergi. Rangga hanya tersenyum dan menepuk pelan kepalaku serta mengucapkan selamat. Sedang Andi tampak meneteskan air mata nya sebentar(ingat cuma sebentar) dan kemudian mencubit pipiku gemas
"Ah akhirnya wibu kita pergi kenegara impiannya" ucapnya dengan nada mengejek
" Hei!! Aku bukan wibu" aku memang menyukai anime bahkan diusiaku yang ke 21 ini tapi ya hanya sekedar suka.
" Baik-baik terserahmu Yuuki" Andi mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Syafila dan Rangga hanya tersenyum melihat tingkah kami. Ahh hari itu sangat menyenangkan.
{_____&_*-,-*_&_____}
Sepulang acara tadi dan berita mengejutkan itu, aku pergi ke tempat orangtuaku yang sekarang berada dirumah salah satu saudara jauh. Sampainya disana aku berlutut dihadapan keduanya sambil menangis. Mengucapkan ribuan terimakasih, mengucapkan bahwa aku bersyukur menjadi anak mereka, bahwa aku sangat menyayangi mereka. Ibuku menyuruhku berdiri dan memelukku, ayah juga ikut memelukku. Mereka membisikkan bahwa mereka bangga punya anak sepertiku.( siapapun yang membacanya kuharap orangtua kalian mengatakan hal yang samaJ)
Setelah puas berpelukan dan menangis haru yang terhenti karna aku diejek cengeng oleh kedua adik laki-lakiku. Aku menjelaskan bagaimana hal-hal yang kualami hari ini dengan cerianya. Walaupun aku melihat sedikit rasa sedih dari ayahku saat aku menceritakan keinginanku ke Negri Sakura(sekedar info ayahku seorang daughter complex)
"Yuuki,menjelang 2 bulan keberangkatan, kau akan tetap disini atau pulang?" Tanya ayah sesaat setelah aku menyelesaikan ceritaku
"Tentu saja pulang,Yuu sudah lama tak pulang kampung bukan"ucapku dengan riang. Ayah dan ibu tersenyum lembut
"Eum Yuuki, ibu dan ayah juga semakin tua, kau juga sudah menjadi dokter muda, err kapan kau akan mengenalkan seorang menantu kepada kami?" aku merasakan pipiku memanas akibat perkataan Ibu, ugh memiliki pacar saja belum terpikir olehku karna sangat fokus pada kuliah. Dengan gugup aku memandang ibu dan ayah. Dari pandangannya ayah nampak kurang suka dengan pertanyaan ibu.
"Ibu, Yuuki bahkan belum pengen pacaran, belum pengen cinta-cintaan ah, pengen kuliah dulu ya. Lagian Yuuki baru 21. Masih terlalu muda ibu" ucapku dengan nada manja. Ayah nampak tersenyum seolah mengatakan 'bagus Yuu' dan ibu nampak murung dengan pernyataan itu.
"Sudahlah Ta, Yuuki masih muda, biarkan dia kuliah dulu." Ayah merangkul Ibu dan mendekatkan Ibu ketubuhnya. Ayah adalah laki-laki paling romantis didunia(menurutku)
Dan malam itu kami habiskan dengan bertukar cerita antara aku dan kedua adik laki-lakiku. Oh ya adikku yang pertama bernama Ardi Alfarazi,kelas 10 SMAN 1 Sumatra Barat. Dan yang satu lagi Rizqi Anggara, kelas 5 SDN 11 Bukittinggi.
. . .
. . .
Halo semua!!!
Saya penulis baru nih. membawakan cerita dengan tema jepang-indo. ah panggilnya Chika saja ne

KAMU SEDANG MEMBACA
Mahasiswa jepang
RomanceCinta pada pandangan pertama?! bukan dari negara yang sama?! heh siapa takut!! Sebuah cerita tentang cinta beda negara Rate : T+ Yuuki adalah gadis desa biasa yang mempunyai impian menjadi dokter yang hebat. Zen, dia seorang pengusaha muda yang suk...