Untuk si manis hwang hyunjin,
Hai apa kabarmu? Ini surat kesekian dariku yang aku tulis untukmu. Ternyata sudah satu tahun ya kita berkomunikasi lewat surat - surat kecil ini. Musim dingin sudah datang, beberapa hari lagi aku akan menyiapkan keberangkatan ku ke busan, Aku Benar-Benar tidak sabar. Sudah dulu ya, aku akan menunggu balasanmu.
Hyunjin tersenyum senang. Sekarang sudah memasuki musim dingin dan Musim dingin adalah waktu yang paling di tunggu oleh anak laki-laki 14 tahun itu. Beberapa hari lagi ia dapat menemui kembali orang yang ia sukai sejak dulu.
Segelas coklat panas membuat senyum si manis makin merekah. Ia teringat saat masih kecil Minho akan mengajaknya ke toko milik bibi mina untuk sekedar menikmati coklat panas dan juga biskuit yang baru di angkat dari panggangan.
Flashback On
"Hyunjin, apa kamu tidak kedinginan?"
Hyunjin hanya menggeleng kecil. Ia sangat menyukai salju, tapi tak dapat dibohongi ia juga membenci hawa dingin yang menusuk pada hari itu.
"Kamu tidak memakai jaket dan kamu malah bilang tidak kedinginan." Minho memakaikan jaketnya pada hyunjin, untungnya saat itu ia menggunakan sweater hangat jadi tak perlu khawatir jika dirinya akan kedinginan nanti, yang pasti hyunjin harus tetap hangat.
Ini sudah beberapa menit setelah mereka asik bermain salju. Banyak anak-anak yang sebaya dengan mereka sudah kembali ke rumah masing-masing karena hawa nya bertambah dingin.
"Hyung . ."
Hyunjin kecil menghampiri Minho yang asik membuat sebuah boneka salju.
Yang di panggil pun menolehkan kepalanya ke asal suara. Dilihatnya hyunjin yang tangannya dan wajahnya memerah karena dingin, juga tubuh mungilnya yang mulai menggigil.
Minho yang panik langsung memeluk tubuh Hyunjin, mendekap kepala yang lebih kecil di dada nya.
"Apa sedikit membaik?". Yang lebih muda menggeleng, ia Benar-Benar kedinginan untuk kali ini.
Melihat hyunjin yang semakin menggigil, akhirnya Minho memutuskan untuk berjalan ke sebuah toko kue milik tetangganya, bibi mina.
Dengan tetap mendekap si hyunjin kecil ia berjalan pelan menuju toko itu, hyunjin yang awalnya kebingungan akhirnya memilih untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Minho, tangannya memegang erat pundak yang lebih tua.
Kedua anak kecil itu terus berjalan sambil saling mendekap satu sama lain, berhasil mencuri atensi gemas para remaja yang sedang bermain di dekat taman.
Hampir sedikit lagi, Akhirnya mereka berhasil menginjakkan kaki ke toko dengan suasana yang hangat itu. Aroma kue yang baru matang menyambut kedua anak kecil itu.
"Oh halo Minho, Hyunjin. Duduklah di meja yang tersisa, Aku akan membuatkan kalian biskuit lezat yang hangat ."
Seorang remaja gadis mengiring mereka untuk duduk di kursi yang dekat dengan dapur, membuat aroma kue-kue yang baru matang menguar ke penciuman mereka berdua.
"Baiklah, jenis biskuit atau kue apa yang ingin kalian makan kali ini?" gadis itu menatap Hyunjin dan Minho bergantian.
Kedua anak kecil itu saling mendekatkan kepalanya, mencoba untuk berdikusi tentang sesuatu.
"Hyunjin, apa kamu membawa uang? Uangku tertinggal di rumah.." Ucap Minho sepelan mungkin supaya tidak terdengar oleh gadis cantik tadi.
Hyunjin menggelengkan kepalanya sedih, matanya sedikit berkaca-kaca, padahal ia sudah berharap akan meminum coklat panas yang lezat di suasana seperti ini.
"Umm kak dahyun, itu . . ah aku dan hyunjin tidak—"
"Hey tenanglah, untuk kali ini kalian aku traktir. Ayo sebutkan pesanannya"
Hyunjin tersenyum lebar, dengan semangat ia menyebutkan pesanannya kepada Dahyun, hanya beberapa biskuit coklat yang baru matang dan segelas coklat panas yang lezat.
"Lalu, Minho? Apa pesananmu?"
"Coklat panas saja ya kak"
Dahyun mengangguk dan menuliskan pesanan keduanya di kertas note kecil. Sebelum pergi, Minho memanggil nama Dahyun, membuatnya berhenti sejenak dan menatap bingung Minho.
"Terimakasih ya kak, Jika sudah besar kami yang akan mentraktir mu kue - kue yang besar !" ucap Minho dengan penuh semangat.
Dahyun tertawa kecil sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Setelah itu ia pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan Hyunjin dan Minho.
"Apa masih dingin?"
Minho menggapai tangan mungil hyunjin, mengusapnya pelan membuat si manis menunduk malu, menyembunyikan wajah nya yang memerah.
"Sedang apa kalian berdua? Lihat, pesanan nya sudah datang"
Sapaan ceria dahyun membuat genggaman keduanya terlepas, Wajah hyunjin semakin memerah seperti orang yang ketahuan mencuri. Sedangkan minho dengan santainya mengedipkan sebelah matanya ke Hyunjin.
Setelah perginya gadis cantik itu, Minho dan Hyunjin mulai menikmati pesanannya masing-masing.
"Hyung, biskuit ini Benar-Benar sangat enak"
"E-eohh benarkah??"
"Hu'umm , cobalah . ."
Hyunjin menyuapkan satu biskuit besar ke mulut Minho, membuat remah-remahan kecil mengotori sekitar mulut yang lebih tua.
"Minho hyung lucu sekali . ." Hyunjin terkekeh kecil, tanpa menyadari mulutnya juga kotor karena coklat panas dan biskuit yang ia makan.
Flashback Off
Sebuah kenangan kecil yang tak akan pernah Hyunjin lupakan.
Salju-salju kecil mulai berjatuhan. Hyunjin dapat melihat itu lewat jendela kamarnya.
Ia berjalan ke meja belajarnya, mengambil 2 kertas dan pena. Setelah menuliskan semua yang ia tulis, ia melipat salah satu kertas itu dan memasukannya ke dalam amplop untuk di kirimkan besok, sedangkan kertas yang lainnya ia masukkan ke dalam tas nya.
• • • • •
Untuk Minho hyungku yang jelek,
Aha maaf itu hanya candaanku . .
Kau tau, aku juga tidak sabar menantimu di stasiun nanti. Jam 8 Malam, aku akan menunggumu , datanglah dengan cepat kumohon! Aku Benar-benar merindukanmu.Note: apapun yang terjadi aku akan menunggumu.
Tepat pada jam 2 Siang Minho harus pulang lebih cepat dan izin untuk tidak mengikuti kelas tambahan.
Di rumah tidak ada orang, kedua orang tuanya masih sibuk bekerja. Diam-diam ia mengambil beberapa makanan yang bisa ia bawa untuk bekal perjalanannya nanti.
Sebelum berangkat ke stasiun, Minho berlari ke lahan kosong dekat landasan seperti biasanya. Ia melipat surat dari hyunjin yang tadi pagi sampai kepadanya menjadi sebuah pesawat kertas.
Lagi-lagi ia melempar peswat kertas itu menjauh. "Aku akan datang . ."
Dengan segara Minho bergegas menuju stasiun kereta, ia harus cepat-cepat bertemu dengan Hyunjin karena Hyunjin-nya itu sedang menunggu dirinya.
T B C
Wow 940 kata._.
Semoga suka nee !(づ ̄ - ̄)づ

KAMU SEDANG MEMBACA
⌗﹙ ⌂ ⌕ CAN'T FORGET ; Minho.Hyunjin﹚៸៸
Random⌑˚ 𖧧 ini tentang sebuah perasaan yang tak akan pernah terungkap. beberapa lembar kertas dan memori kebersamaan yang hanya akan menjadi sebuah kenang-kenangan terindah di hidup mereka. hyunknow!bxb/yaoi area minho!dom hyunjin!sub ...