Hujan mengguyur kota hari ini, beberapa hari ini juga cuacanya buruk, kadang hujan kadang tidak. Suhu semakin dingin Celsius juga ikut turun serasa di kutub utara saja.
Ava sangat suka dengan hujan, setiap langit mulai gelap ia selalu berusaha mencari jalan untuk kabur dari rumahnya hanya untuk hujan, ia tidak peduli jika mama atau papa nya memarahinya. Tapi sekarang ia tidak bisa keluar padahal ia ingin sekali keluar.
Ia mengambil hp yang berada di sebelahnya melihat apakah ada pesan masuk dari sahabat nya ternyata tidak mengirim pesan sama sekali.
Ia sangat bosan di rumah, meski ia tidak sendirian tapi saja ia bosan. Ava turun dari kasurnya dan melangkah turun ke tangga menuju dapur, mungkin ia bisa menemukan camilan di sana agar rasa bosan nya berkurang, dan benar banyak sekali camilan dai dapur mungkin Ava lupa jika ia sendiri yang beli cemilan sebanyak itu.
Setelah mengambil cemilan Ava berjalan menuju ruang tv, ia mengambil remote dan duduk di sofa yang tidak terlalu jauh dari tv. Entah mengapa perasaan nya tidak enak seperti ada yang mengganjal di hati nya dan ia juga memikirkan sahabat nya, tapi ia tidak terlalu memikirkan itu karena Ava tahu jika sesuatu atau apa pun dengan sahabat nya pasti langsung menghubungi Ava terlebih dahulu.
Ceklek
Terdengar suara seseorang membuka pintu, dan terlihat siapa yang membuka pintu "hello adik yang kakak sayang, apakah kau tidak rindu dengan kakakmu ini?" Suara mulai terdengar saat orang itu mulai masuk di dalam rumah.
"Mah ada orang gila masuk" teriak Ava santai, ia malas jika harus berurusan dengan kakak nya ini.
"Kurang aja lu sama kak sendiri" Ava terkejut dengan suara kakaknya sendiri, gimana gak terkejut kakaknya mendadak ada di sebelahnya dan yang bikin Ava pingin buang kakaknya adalah, kakaknya ngambil makanan yang ada di tangan nya hingga hampir habis.
Bhuk
Satu lemparan bantal melayang di tubuh Ilham, kakaknya sendiri. "Sakit bangsat" Ilham melihat badan nya setelah di lempar tadi, lumayan ngeri jika Ava marah.
Mama dan Papa nya melihat pertengkaran mereka menghela nafas dan menggeleng kepala, harus sabar jika melihat seperti itu, meski di pisahkan pasti salah satu dari mereka yang mulai.
Semua berhenti setelah mendengar suara dering telpon masuk termasuk pertengkaran antara Ava dengan Ilham.
***
Hai aku kembali membawa cerita gabutku semoga kalian suka dan jangan lupa vote dan komenya 😘

KAMU SEDANG MEMBACA
-Just Friend-
Short Storyhai aku kembali lagi dengan cerita yang sama seperti sebelumnya, maaf jika ada salah kata atau segala macanya🙏 °menceritakan tentang seorang sahabat.° •jika penasaran baca aja•