Ia patah (lagi),
Untuk ke dua kalinya,
Benar-benar patah bahkan kau patahkan dalam waktu singkat,
Sesingkat rasa hangat yang menyelinap lewat rasa,
Sesingkat bahagia yang kau ganti duka,
Maaf, mungkin aku yang terlalu berharap.
Terimakasih pernah buat ku merasa lagi, walau akhirnya kau yang hancurkan
Ku rasa cukup, tak akan ada lagi
Tak akan ku percaya lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Life
PuisiYang mau baca sok, Gak mau baca juga saya akan tetap menulis, Karna ini macam buku cerita buat saya. Tentang hidup, keseharian, fiksi- nonfiksi, selamat menikmati (bacaan).
