pelangi jingga

pelangi jingga

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
prolog _ aku pernah takut mengartikan semua perhatianmu. Bagiku semua itu terlalu indah jika di sebut biasa saja. Hingga, pernyataanmu benar benar menamparku, membuatku harus benar benar membuka mata yang telah di butakan oleh cinta. Melihat kembali indahnya dunia, walaupun dengan hati yang masih basah dengan luka. saat luka ini belum juga mengering. Dia datang melipur lara. Membawa ku pada pelangi dan indahnya jingga. Mengukir kembali senyum yang pernah sirna. @Alma_salsabila
All Rights Reserved
#30
ma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • My Quuen is Bad Gril
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • flashback~
  • Our Love Story
  • a RAINBOW
  • RETURNING SUNSET
  • MY LIFE IS MY CHOICE

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines