Pagi itu aku yakin ruang kelas kosong. Aku duduk tenang, membuka naskah Eve di wattpad, dan mendadak ingin mencoba salah satu adegannya secara langsung.
Aku menarik napas, memasang ekspresi Eve, lalu mulai berakting.
"Lucifer... Apakah kamu... mencintaiku?"
Hening. Tak ada balasan. Aku semakin masuk ke dalam peran.
"Kalau memang kau mencintaiku... kenapa kau selalu—"
Langkahku terhenti. Ada firasat aneh. Saat mataku melirik ke sudut ruangan, tubuhku seketika membeku.
Teman kelasku ada di sana. Duduk diam, menatapku lurus.
Dunia mendadak berhenti berputar. Seluruh riwayat hidupku terputar cepat di kepala. Kenapa aku tidak mengecek ruangan dulu?! Aku ingin menghilang, menjadi debu, atau pindah dimensi sekalian.
Namun, bukannya kabur, tubuhku malah memilih merespons dengan cara paling aneh. Aku tersenyum kaku.
"...Kamu udah makan?"
Sebelum dia sempat menjawab, aku meracau cepat. "PR gimana? Lumayan panas ya hari ini."
Dalam hati aku menjerit histeris. Barusan aku menanyakan apakah Lucifer mencintaiku di depan orang, dan sekarang aku malah membahas cuaca?!
Aku langsung menunduk, pura-pura sibuk membaca buku. Di dalam imajinasiku, Eve berdiri sambil menunjukku kecewa, "Kau menghancurkan harga diriku."
"Maaf, Eve," batinku meratap.
Sementara Lucifer hanya berdiri di kejauhan dengan wajah datarnya, "Aku bahkan tidak melakukan apa-apa."
........
Ya begitulah kejadian tdi pagi, sekalian ku bikin cerpen berkedok curhat, intinya sih jadi pelajaran hidup, kalo di sekolah itu mending jgn mikirin yg gak boleh dipikirin selain pelajaran sekolah (╥﹏╥) , kayaknya ini juga azab udah puasa upload 3 hari an, kyknya harus jdi rajin lagi biar gak kena kutukan yg memalukan ini (╥ᆺ╥;) , malunya bkn main duh.... (⸝⸝๑﹏๑⸝⸝) , pasti jdi gosipan cwek aneh tukang halu habis ini (╥ ω ╥)(˚˃̣̣̥⌓˂̣̣̥)