Tuan, apa kabar?
Semakin hari berganti, banyak sekali hal-hal yang terjadi. Biasanya, aku akan berceloteh tanpa henti. Apalagi, kalau waktu sudah memasuki tengah malam. Aku tau betul, kau pasti belum tertidur. Dan, pasti akan membalas coletahanku. Tapi, akhir-akhir mulai terasa berat. Mulai terasa sepi. Sebab, semua terhalang oleh batas yang tidak mungkin aku lewati, lagi. Jadi, celotehan itu beralih menjadi rentetan tulisan yang kian menumpuk menjadi halaman. Kau sudah tidak akan lagi merasa bising karena ku. Tapi, kau mungkin saja bisa membaca. Bila tulisanku lewat tanpa sengaja di berandamu.