||Potongan kecil suatu kisah||
Halilintar menatap ke langit-langit. Petir memantul samar di iris matanya. “Karena kalau aku pergi, planet ini akan mati. Kalau aku pergi, semua orang akan tahu bahwa satu-satunya harapan mereka adalah palsu.”
“Kalau kamu tetap di sini, kamu akan mati,” potong Taufan, lirih.
Halilintar tersenyum kecil. “Mungkin itu adil.”
Taufan mengepalkan tangan. “Jangan bilang kayak gitu.”
Halilintar tak menjawab. Ia hanya menatap kue yang hampir habis, lalu berkata tanpa menoleh, “Fan... kamu harus pergi. Tempat ini... akan membunuhmu.”
“Aku nggak akan pergi.”
“Kamu akan mati.”
“Biar saja.”