Ada berbagai alasan aku menulis peran ayah di beberapa book ku, ada yang peran ayahnya baik, ada yang bukan berperan sebagai 'ayah'.
Semua yang aku tulis, beberapa dari keinginanku. Sebagai contoh, dari kisah Aletheia. Aku sebenernya gada niat buat tuh buku, cuman karena liat Claude yang sebenernya penyayang. Aku jadi bikin.
Aku punya ayah, tapi ayah itu berperan bukan sebagai ayah. Ia suka main tangan, mulutnya pun kasar. Menghancurkan mental adikku, aku dan kakakku perlahan-lahan.
Dengan kesadaran aku menulis buku itu sebagai pengalihan dari dunia nyata. Aku merasa bahwa sosok ayah yang ku inginkan dapat terwujud di suatu cerita.
Oke gais segitu aja semangat yah