Di masa depan, bumi yang memanas memaksa umat manusia menciptakan solusi terakhir—satelit buatan orbit rendah "NIMBUS", satelit pengendali iklim yang menyerupai awan dan mampu menurunkan hujan buatan secara teratur demi mendinginkan suhu global secara perlahan. Sebuah prestasi sains terbesar umat manusia—dan sekaligus, kesalahan terbesarnya.
Delapan bulan setelah NIMBUS-9 mulai aktif, langit biru menghilang dari Jepang. Tokyo tak lagi melihat mentari, tak lagi merasakan terang, hanya hujan, terus-menerus. Awalnya disambut sebagai penyelamat, namun perlahan orang mulai merindukan sesuatu yang dulu mereka anggap biasa: langit cerah.
Di tengah kebosanan yang berubah jadi keputusasaan, Ruka, teknisi pengamat cuaca muda yang lembut dan polos bak kakak perempuan, dan Mina, operator dingin dan tak banyak bicara namun diam diam peduli, bertugas di stasiun cuaca sektor Shibuya. Ketika curah hujan mulai meningkat tak wajar hingga mengancam menenggelamkan Tokyo.
sebuah kisah filosofis tentang hubungan antar manusia dan manusia dengan alam yang dibungkus dengan atmosfer cerita yang megah dan unik, serta gaya pembawaan epik namun mengalir lembut khas karya-karya ternama Makoto shinkai.
Hai, hai, halo ! Zeva Electra disini. Betul sekali, yang kamu lihat barusan adalah penggalan sinopsis novel original baru ku yang terinspirasi dari lagu original vtuber indie amagai ruka yang berjudul "goodbye forecast". Pembuatan serta pengembangan idenya makan waktu 3 bulan, loh. Bisa dibilang ini salah satu karya terbaikku yang sudah terbit di Wattpad. Dan, ngak cuma ini doang, kok. Ada beberapa novel epik lainnya yang sedang dalam tahap pengembangan. Ditunggu terus kelanjutan ceritanya ya !.
Terimakasih sudah membaca.
Pertanda penulis.
Zeva Electra.