Hai, Chii di sini ... untuk terakhir kali.
Setelah pikiran berubah berulang kali, antara kembali dan tidak. Aku memutuskan untuk tidak kembali.
Banyak hal yang menjadi alasan, salah satunya aku kehilangan jalan 'pulang' ke kapal ini ataupun kapal lain.
Dan lagi, setelah aku kehilangan saudaraku untuk selamanya tgl 24 kemarin, aku ternyata tidak hanya merasa duka yang mendalam, tapi juga menerima pelajaran yang menghantam—membuatku merenung setiap malam.
Aku harus hidup lebih baik dengan fokus real life. Aku harus lebih memperhatikan orang disekitarku.
Aku minta maaf atas segala rasa kecewa karena tidak bisa melanjutkan cerita yang aku tulis. Aku sangat ingin menyelesaikannya tapi tidak bisa. (Aku nangis)
Terima kasih untuk semua yang membaca tulisanku yang tak seberapa itu. Terima kasih atas dukungannya. Aku bahkan menghapal banyak nama yang sering memberi dukungan (sering aku tunggu kalau absen). Aku sayang semua pembaca yang membaca tulisanku. Senang berinteraksi dengan kamu dan kamu.
Aku pernah sangat bahagia di sini, dan semua harus kurelakan kini.
Semua book yang ada di akun ini, aku biarkan ada sampai aku siap untuk menghapusnya. Tolong, jangan ada yang terinspirasi dari tulisan bobrokku ini, mencopy seluruh atau sebagian cerita apalagi, jangan ya.
Banyak kata yang tak bisa diutarakan. (Aku makin nangis)
Aku rasa cukup. Sekali lagi, terima kasih dan maaf untuk semuanya.
Sehat-sehat ya, gaes.
Tertanda, Chii.