Perjalanan bulan madu ini seharusnya menjadi awal hidup bagi Kala dan Windu, namun justru membuka semua hal yang selama ini terlalu lama disembunyikan.
Kala dan Windu baru menikah tujuh hari. Mereka berangkat honeymoon ke Thailand, negara yang sejak lama hidup di kepala Kala. Bangkok, sungai, night market, gedung GMM, lagu-lagu Thai, dan bahasa yang belum sepenuhnya ia pahami. Semuanya terasa lebih dekat dibanding rumahnya sendiri, Windu dan Indonesia.
Windu adalah suami yang baik. Terlalu baik untuk dijadikan alasan sebuah luka. Ia rapi, tenang, sabar, perhatian, dan tidak pernah memaksa Kala menjadi sesuatu yang belum sanggup ia beri. Tapi justru di antara semua kebaikan itu, Kala mulai sadar bahwa aman tidak selalu berarti bisa pulang. Dicintai tidak selalu membuat tubuh bisa tinggal.
Lalu ada Racha. Perempuan Thailand yang tidak datang sebagai penyelamat. Tidak juga sebagai jawaban mudah. Ia hanya hadir di waktu yang salah, dengan cara yang terlalu tenang, sampai Kala dipaksa melihat sesuatu yang selama ini ia hindari dari dirinya sendiri.
Selama tujuh hari, sebuah pernikahan diuji oleh kejujuran yang terlambat datang.
Ini bukan cerita tentang siapa yang menang.
Bukan tentang suami yang kalah.
Bukan tentang perempuan lain yang merebut istri orang.
Bukan juga tentang Thailand yang menyembuhkan semuanya.
Ini cerita tentang seseorang yang akhirnya berhenti hidup berdasarkan rasa takut.
Tentang tubuh yang tidak bisa terus dibohongi.
Tentang cinta yang baik, tapi tetap tidak cukup.
Tentang pulang yang ternyata tidak selalu berbentuk orang.
"The Seventh Day, Somewhere Warmer Than Home" adalah romance-drama psikologis tentang honeymoon, pernikahan, bisexuality, rasa bersalah, dan pilihan yang tidak pernah benar-benar bersih. Karena kadang, tempat yang lebih hangat dari rumah bukan tempat untuk menetap. Kadang, ia hanya cukup sunyi untuk membuat kita berani mendengar suara sendiri.
https://www.wattpad.com/story/411428932