Kami adalah hasil dari keberanianmu, Ibu. Langkah-langkah kecil kami hari ini tak lepas dari jejak besar yang kau ukir kemarin.
Dulu, kau melawan keterbatasan dengan pena dan pikiran.
Kini, kami belajar untuk menyuarakan mimpi dengan karya dan keberanian.
Bukan hanya untuk diri sendiri,
tapi untuk mereka yang belum punya suara,
untuk mereka yang masih dikungkung bayang-bayang ketidakadilan.
Terima kasih, Ibu Kartini,
karena telah menjadi cahaya pertama dalam gelap panjang.
Semoga kami bisa menjadi cahaya berikutnya.
Selamat Hari Kartini untuk setiap perempuan yang terus melangkah.