31+
Dia berdiri di ambang badai,
wajahnya tenang, tangannya gemetar.
Di matanya ada lautan luka,
namun senyumnya adalah perisai.
Tubuhnya rapuh, seperti ranting kering,
tapi lihatlah—dia menahan beban dunia.
Setiap langkahnya adalah tarian di atas duri,
setiap napasnya adalah kemenangan kecil.
Dia tidak meminta dipahami,
hanya ingin dilihat, tidak dihakimi.
Karena perempuan itu kuat,
bahkan saat hatinya telah remuk berkali-kali.