caluexbee

Saya mau mon izin pen promosi cerita teman saya ka
          
          Kalo ada yang penasaran sama ceritanya langsung aja baca and jangan lupa tambahkan ke perpustakaan kalian supaya kalo taman saya up cerita nya kalian bisa dapat notif bahwa cerita tersebut telah di up ke part selanjutnya link nya tertera di bawah ya jangan lupa vote and komen juga supaya tmn saya jadi tambah semangat buat up ceritanya ka
          
          
          
          Bismillahirohmanirohim semoga kalian suka dgn cerita nya
          
          https://www.wattpad.com/story/252419954?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=icaakubuhi_&wp_originator=yapCXwOtkXO%2FoXsTpkOX%2FYzp2fpg8YPvvea8K3ZkuW%2Fy0jbrt900DNMGUTJrkorNkK3JdlVss36c0F%2BBxhIZFyYWwWyR2NwkVg%2FUXgmMV5MZ0rHdLr3Gx%2BTcQdZuNS7L
          
          
          
          Langsung aja baca ya jangan lupa taburin bintang and tinggalkan jejak kalian jangan lupa follow akun tersebut and cerita nya tambahkan ke perpustakaan kalian tapi jangan cuman di anggurin aja di perpus nya di baca jga atuh setiap dia up part terbaru terus taburin bintang and tinggalkan jejek supaya teman saya makin semangat buat up ke part selanjutnya
          
          
          
          Sekian dri saya terimaKasih

Tri586649

Hello Kak, salam kenal. Bila berkenan, baca cerita 'Cat and Boy', yuk :)
          Blurb:
          Wisuda. 
          
          Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidiannya memandang lekat pemandangan danau yang tak jauh dari hadapannya.
          
          "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          
          "Maaf ...." 
          
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jembatan, lalu terjun bebas ke bawah sana, danau yang deras akan air jernihnya.
          
          ♦♦♦     
          Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih♥  Https://www.wattpad.com/story/173217135